Wednesday, December 14, 2011

Maruto yang jadi buron Densus 88
Pernah mengelola kos-kosan di Semarang
Image
Foto : wied
NAMA Maruto Jati Sulistyo asal Klaten kini menjadi buron Densus 88 Mabes Polri, karena diduga terlibat jaringan terorisme. Pria muda tersebut ternyata pernah menetap di kota Semarang. Sekitar tahun 1998 hingga 2006-an, orang tuanya memercayai Maruto mengelola sebuah rumah kos-kosan di Jalan Pamularsih IV, Kelurahan Bojong Salaman, Semarang Barat.Menurut mereka yang pernah kenal dengannya, Maruto merupakan sosok sederhana, kalem, dan familiar. Kendati ekonomi orang tuanya, Ir H Soejono SH MSi, termasuk mapan, tidak memengaruhi gaya hidup Maruto.
Kemana-mana dia lebih banyak naik motor Honda GL Max bukan keluaran terbaru. Padahal apabila dia ingin punya mobil, orang tuanya pasti sanggup membelikannya.

Lebih dari itu Maruto juga pernah kuliah di Fakultas Kedokteran (FK) Unissula Semarang. Seperti diakui Pembantu Dekan I FK Unissula, dr H Iwang Yusuf MSi, Maruto merupakan mahasiswa angkatan 1999 namun tidak aktif sejak 2005. ’’Dia dinyatakan DO (drop out), sebab kalau dua semester tak registrasi lagi otomatis kena sanksi DO,’’ katanya kepada Wawasan, pagi tadi.

Iwang tak mau berkomentar terkait dugaan mantan mahasiswanya itu terlibat terorisme. ’’Yang saya tahu, dia (Maruto) waktu kuliah termasuk sosok yang anteng dan biasa-biasa saja. Saya juga tak tahu alasan yang melatarbelakangi dia yang tiba-tiba berhenti kuliah,” ujarnya.

Sementara istri Maruto, Tri Utami juga pernah mengenyam pendidikan di FK Unissula dan berhasil meraih gelar dokter.
Kos-kosan
Soal bisnis kos-kosan yang dikelola Maruto itu, menurut Sucipto yang pernah tinggal di sana, semula tempat itu merupakan tanah kavling kosong. Lantas tanah itu dibeli orangtua Maruto dan dibangun untuk rumah kos-kosan keluarga. "Maruto juga tinggal di sini sembari mengelola koskosan milik bapaknya. Dia menempati salah satu kamar yang berada di bagian tengah rumah kos-kosan itu," kata Sucipto.
Pada saat itu Maruto bercerita kalau asalnya dari Klaten. Hanya saja Marito pernah mengirim surat yang ditujukamn kepada orangtuanya dengan alamat di kawasan Pedurungan, Semarang. "Maruto pernah cerita kalau dia memang asli Klaten. Tapi dari surat itu saya ketahui, kalau dia juga punya alamat rumah di Pedurungan Semarang," kata Cipto.
Dalam kesehariannya, Maruto menampakkan diri sebagai sosok muslim yang taat. Sehari-hari kalau bepergian, dia selalu mengenakan busana muslim berjubah. Namun bila di rumah kos berpenampilan layaknya warga lain, sering hanya mengenakan kaos oblong dan celana panjang komprang.
Meski demikian, Maruto tidak memelihara jenggot sebagaimana teman-teman yang sering bermain dan menginap di rumah kos milik Maruto. Dia juga pendiam tidak banyak bicara, kalau bicara tidak pernah terdengar keras. Meski demikian dia tetap bisa menjaga komunikasi yang baik dengan orang-orang di sekitarnya.
"Dengan ibu-ibu penghuni kos dan tetangga sekitar rumah kos, dia juga familiar. Dengan penghuni kos, dia seringkali mengajak bersenda-gurau, terkesan tidak menjaga jarak dengan orang lain," kata dia.
Kamar terbuka
Di sisi lain, Maruto akan selalu tertarik kepada orang yang punya niat untuk menjalankan syariat agama. Sucipto mengaku, ketika dia kebingungan untuk mencarikan nama muslim yang baik untuk anaknya yang baru lahir, Maruto meminjamkan buku tentang nama-nama yang baik untuk bayi muslim.
"Dari buku yang dipinjamkan oleh Mas Maruto itulah saya mendapatkan rangkaian nama yang baik untuk anak saya," kata dia.
Di dalam mamar milik Maruto di rumah kos tersebut, terdapat beberapa tumpuk buku-buku agama, di samping buku-buku cetak materi kuliah dia sehari-hari, di Fakultas Kedokteran Unissula Semarang. Meski demikian dia tidak terlalu protektif terhadap kamarnya itu.
Jendela kaca nako selalu terbuka, kamar terkadang terbuka tanpa terkunci, sehingga penghuni kos bisa melongok ke dalamnya. "Waktu itu sih tidak ada yang mencurigakan dari dia, tidak ada tanda-tanda kalu dia itu memiliki jaringan kalangan teroris," kata dia.
Hanya saja, terlihat kesehariannya setiap berada di dalam kamar kos, Maruto rajin mengaji bersama teman-temannya yang berpenampilan mengenakan jubah dan bercambang.
Maruto tidak malu untuk mencari uang sendiri. Sambil kuliah, dia mau menjual nasi bungkus dan makanan gorengan yang dia bawa dari rumah kos, untuk dijual kepada teman-temannya di kampus Unissula. "Maruto berpesan kepada salah satu ibu penghuni kos untuk dibuatkan gorengan dan nasi bungkus. Setiap pagi, oleh Maruto, makanan itu dimasukkan ke dus mi instan dan dibonceng di motornya untuk dibawa dan dijual ke kampus," kata dia.
Bahkan ketika Sucipto bertanya kepada Maruto tentang namanya, yang merupakan orang taat beragama namun namanya bukan nama Arab, melainkan nama berbau Jawa, Maruto sambil berkelakar, Maruto itu nama yang baik, pemberian dari orang orang tua."
Sejak lebih dari setahun lalu, rumah kos di Jalan Pamularsih tersebut telah dipindahtangankan, bukan lagi milik Ir H Soejono SH MSi, orang tua Maruto. Pemilik yang sekarang, mengaku membeli rumah tersebut dari lelang di sebuah bank. stp/skh-Ct

Wednesday, November 9, 2011

Rumah Kos Campur Diminati Mahasiswa di Semarang

Sabtu, 17 Januari 2009 | 12:37 WIB | Posts by: jps | Kategori: Berita Terkini, Jateng & Jogja | ShareThis
Semarang | SURYA Online - Di Kota Semarang dan sekitarnya, rumah kos yang dihuni jadi satu (campur) untuk laki-laki dan perempuan lebih diminati kaum muda, khususnya mahasiswa.
“Tipe kos-kosan seperti itu seharusnya dihuni oleh para pekerja ataupun orang-orang yang sudah berumah tangga, dan harga yang ditawarkan para pemilik kos bisa dua kali lebih mahal daripada kos-kosan biasa yang mempunyai peraturan cukup ketat,” kata Jono, seorang pegawai yang bertugas mengelola rumah kos di daerah Tegalsari, Kota Semarang, Jumat.
Penghuni kos di sini memang didominasi mahasiswa, sedangkan yang sudah bekerja hanya sekitar 20 persennya saja. Padahal tarif bulanan per kamarnya antara Rp750 ribu sampai Rp1 juta, katanya.
Sementara beberapa mahasiswa baik dari perguruan tinggi negeri maupun swasta (PTN/PTS) di Semarang menyatakan hal yang sama bahwa tinggal di rumah kos dengan penghuni kos campur lebih menyenangkan ketimbang kos di rumah kos yang tarifnya lebih murah namun memiliki aturan lebih ketat.
Ranto (22), seorang mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Semarang mengatakan bahwa tipe rumah kos campur memang yang diinginkannya.
“Di sini tidak banyak aturan, mau pulang kapan saja oke, subuh juga tidak masalah, bahkan teman cewek masuk kamar juga tidak dilarang,” katanya.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh Yeny (19), mahasiswa PTS yang kos di daerah Sampangan, dia mengatakan bahwa kos di rumah kos yang tidak terlalu banyak aturan lebih menyenangkan ketimbang kos dengan banyak aturan yang ketat.
Yang lebih mengejutkan, pengakuan Yeny yang menyebutkan, sudah terbiasa tinggal satu kamar dengan pacarnya di tempat kosnya.
Berdasarkan pengakuan dari penghuni maupun penjaga kos di bilangan Sampangan, Tegalsari, Kedungmundu, Tlogosari, Sekaran, Bendanduwur, dan Banyumanik, pengawasan para pemilik rumah kos terhadap penghuni kos sangat kurang.
Menurut pengakuan mereka, kebanyakan pemilik rumah kos jarang datang ke rumah kos miliknya.
“Mereka juga tidak terlalu memikirkan keadaan kos-kosan yang biasanya sering digunakan untuk ‘kumpul bersama’ antara penghuni kos dengan pacarnya. Yang terpenting buat pemilik, penghuni bayar bulanannya tepat waktu,” kata Ani, mahasiswa PTN di Semarang.
Pengakuan yang sama juga diungkapkan oleh Ario, Bambang, Nugroho, dan Wiwin, keempatnya adalah mahasiswa sebuah PTS di Semarang.
Menurut mereka berempat, kalaupun ada penjaga kos mereka (penjaga) hanya menjaga pintu masuk, memperbaiki inventaris yang rusak, memperbaiki lorong kamar dan mengurusi urusan administrasi bagi penghuni kos.
Namun, tidak semua mahasiswa PTS/PTN di Kota Semarang menyenangi tinggal di rumah kos yang penghuninya campur dengan pengawasan amat lemah dari pemiliknya.
Menurut Tri Hapsari, mahasiswa sebuah PTN yang tinggal di daerah Tegalsari, masih banyak mahasiswa yang kos di rumah kos dengan pengawasan baik.
“Mereka kebanyakan memiliki tanggung jawab yang tinggi, baik pada dirinya sendiri, kedua orang tua yang memberi kepercayaan pada dirinya masing-masing, dan mereka tidak berbuat yang aneh-aneh,” katanya.
Rata-rata rumah kos dengan harga bulanan murah di Kota Semarang antara Rp200 ribu hingga Rp500 ribu./ant

Monday, September 26, 2011

Bisnis Rumah Kos-kosan



Ini ada sedikit ilustrasi tentang bisnis rumah kos-kosan. Barangkali ada yang mau coba buka usaha seperti ini, layak jadi acuan awal.
Ceritanya begini, ada yang menawarkan sebuah rumah kos di kawasan perkantoran seharga Rp 600 juta. Kapasitas kamar 13 dengan tingkat hunian 100%, rata-rata sewanya Rp 550 ribu per bulan.

Pertanyaannya adalah:
1. Apakah ini pantas untuk dijadikan investasi untuk jangka waktu 5 tahun?
2. Apa saja yang harus saya perhitungkan dalam membuat bisnis kos-kosan?

Jawaban:
1. Untuk menentukan apakah peluang ini merupakan penawaran investasi yang menarik atau
tidak, maka harus menghitung dengan cermat Cost Benefit-nya. Secara sekilas berdasarkan informasi yang Anda berikan maka :
a. Proyeksi Pendapatan Kotor dari Kos-kosan setahun adalah 550rb x 12 x 13 = 85,8juta.
b. Asumsikan Pengeluaran untuk Pengelolaan Bisnis Kos-kosanan seperti Pengurus Kos, Penjaga Keamanan Kos, Pembantu, Lingkungan, PBB, Sampah, Listrik, Air, Telpon,
Perawatan dan Perbaikan Rumah Kos akan membutuhkan +/- 30% dari Pendapatan.
c. Pajak Rumah Sewa adalah 10% final
d. Diasumsikan tidak perlu membeli furnitur lagi
e. Jangka waktu BEP adalah 600juta / (60% x 85.8juta) = 600 jt / 51,48jt = +/- 12 tahun.
f. Kenaikan harga tanah misalnya 10% per thn (sesuai rata-rata kenaikan NJOP dalam
beberapa tahun terakhir)
g. Penurunan Nilai Bangunan sangat tergantung pada kondisi bangunan dari rumah kos saat
ini. Berdasarkan perhitungan di atas maka sebaiknya bangunan ini bisa bertahan dalam jangka waktu minimal 12 tahun lagi tanpa perlu direnovasi secara besar-besaran.
h. Sebaiknya dicari tahu mengenai perkembangan nilai pasar dari properti ini, jika mempunyai kemungkinan yang besar bahwa nilai properti akan meningkat secara pesat maka ini bisa jadi pertimbangan bisnis yangmenarik. Jadi dalam berinvestasi rumah kos2an maka kita harus juga memperhatikan Profit dari Kenaikan Modal, tidak hanya dari Hasil Sewa saja.

Dengan kata lain jika dalam 5 tahun lagi harga rumah akan menjadi 2 x lipat maka Total
Keuntungan kita adalah Total Pendapatan Bersih atas Sewa selama 5 tahun + Selisih Jual Beli dari Properti.

Namun janganlah lupa bahwa Jual Beli Properti akan terkena Pajak Jual Beli, Biaya
Notaris/AJB, BBN dan komisi jika ada. Jadi jika dijual maka Anda harus pertimbangkan
Biaya saat Membeli dan juga Biaya saat Menjual.
Yang harus diperhatikan dalam pengelolaan Kos-kosan selain yang disebutkan di atas,
maka Anda juga harus mempertimbangkan beberapa hal misalnya :
  1. Pesaing yang sudah menjalankan bisnis serupa dalam jangka waktu yang lama (pesaing berpengalaman), Pesaing yang punya Rumah Kos-kosan lebih menarik dan bagus, Pesaing yang dekat dengan Kos-kosan atau Pesaing yang harga sewanya lebih murah dsb.
  2. Potensi Pasar dari Bisnis Kos-kosanan di daerah tersebut. Bisa diamati dengan melihat Perkantoran yang terdapat di sekitar kos-kosan, universitas atau Akademi atau Sekolah Tinggi yang ada di seputar kos-kosan, atau mungkin Tempat Belanja dsb
  3. Kondisi Lingkungan dan Alur Lalu Lintas di sekitar Kos-kosan, apakah dekat denga Jalan Raya, Macet atau Tidak, Bikin Suasana jadi Bising atau Ribut, dsb.
  4. Ancaman Bencana misalnya Daerah Banjir Musiman, Daerah Aliran Sungai, dekat Pembuangan Sampah, ada Sungai yang Tidak Mengalir dan kotor dsb.
  5. Keamanan Lingkungan
  6. Fasilitas Eksternall yang terdapat di sekitar (tapi bukan menjadi tetangga), misalnya Perbelanjaan, Rumah Sakit, Pos Polisi, Pom Bensin, Toko Kelontong, Restoran atau Warung Makan dsb.
  7. Fasilitas Internal seperti misalnya Sapu dan Pel kamar, Cuci Baju, Transportasi, Internet, TV Kabel, Telpon, Sarapan Pagi dsb.
Selamat berbisnis
Sumber : Disadur dari Risza Bambang - detikfinance

Wednesday, August 10, 2011

ayo bisnis properti menguntungkan!

ayo bisnis properti   !!!


Sebagai orang yang bekerja di bidang properti khususnya developer dan property investment, sangat jarang saya mengemukakan petunjuk atau bocoran tentang bisnis properti. Sekarang sudah saatnya. Sudah saatnya berbagi dengan banyak rekan. Karena ternyata buku-buku yang terbit mengenai bisnis properti masih sedikit. Lebih banyak tabloid yang mengupas model, tipe dan aksesoris properti.
Sedikitanya ada tiga alasan yang tidak dapat anda tolak untuk memasuki bisnis properti.


SILAHKAN INVITE
untuk mendapatkan info2 dan tips2 

RUMAH/RUKO/HOTEL - PIN 28421001 
PROPERTI JOGJA - PIN 237149DE 
TANAH DIJUAL JOGJA - PIN 5515EF65

Alasan No. 1. Pasti untung!
Pernahkah anda bayangkan bisnis yang paling menguntungkan? Dalam teori manajemen keuangan terdapat istilah HIGH RISK HIGH GAIN. Tapi dalam bisnis properti, NO UNCONTROLLED RISK, HIGH GAIN. Ada beberapa instrumen yang menentukan hal ini.
Harga tanah pasti meningkat
Di dunia ini tidak ada harga yang turun kecuali hal-hal yang berkaitan dengan kondisi makro perekonomian. Tapi bisa dipastikan 99% bahwa harga tanah pasti meningkat. PBBnya saja meningkat hampir tiap tahun. Secara hitungan kasar saja, jika anda beli tanah terus dijual 1 tahun ke depan. Pasti untung! Itu hebatnya bisnis properti.
Manajemen yang sederhana
Bisnis properti membutuhkan manajemen yang sederhana. Dalam developer misalnya, cukup bagian keuangan dan bagian legal. Dua bagian ini pokok dan vital bagi developer. Lha perencanaan, pemasaran dan konstruksi? Tidak harus diperlukan. Tidak harus ada. Karena konstruksi bisa kita serahkan ke Kontraktor. Pemasaran bisa kita percayakan kepada Agent Marketing. Perencanaan bisa kita undang konsultan. Hasilnya lebih lengkap, lebih pasti, biaya bersifat variable. Semakin sederhana manajemen yang ada, akan semakin menguntungkan dari sisi finansial dan pengelolaan.
Kemas properti sebagai investasi
Salah satu meningkatkan pendapatan dalam properti adalah mengemas properti sebagai bagian dari investasi yang menguntungkan. Kemas dengan cara yang sama tentang harga tanah. Sajikan dalam bentuk perhitungan kredit pemilikan rumah (KPR) dan bandingkan dengan ekspektasi harga di masa mendatang.
Amankan bisnis dengan shadaqah
Tidak ada bisnis yang tidak berisiko. Tapi dalam bisnis properti semua resiko dapat dikontrol. Kecuali Force Majure. Tapi agama Islam punya cara yang unik dalam mengamankan bisnis, yakni shadaqah. Bisnis properti itu jual beli lahan milik Allah Swt. Sehingga shadaqahnya musti lebih besar. Di perusahaan properti yang saya ketahui, mereka menyisihkan sekitar 20-40% keuntungan untuk kegiatan sosial keagamaan. Anda berani lebih besar???
“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah[166] adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” 2 Al Baqarah 261
Percayalah apa yang sudah digariskan oleh Allah, pasti akan terjadi.

Alasan No. 2. Modal besar? No Way!
Jual beli tanah tentunya butuh modal besar. Eit siapa bilang. Developer yang pernah saya kenal dan developer ini cukup ternama di Jogja, Solo bahkan sampai Batam. Pada tahun 1999 mereka mengelola modal kurang dari 100juta. Dan dalam jangka waktu 8 tahun, aset mereka sebesar 25Milyar. Developer dimana saya bernaung, dengan modal awal 3 M, dalam jangka waktu 2 tahun, aset kami bersih sekitar 20M. Ada beberapa cara.
Negosiasikan pembayaran
Negosiasi pembayaran dapat berupa pembayaran tanah, kontraktor, konsultan dan apapun sehingga memperlambat kas keluar. Artinya harus mempercepat kas masuk. Artinya cukup dengan uang muka pembelian, entah bagaimana caranya kas masuk untuk menutupi kewajiban pambayaran berikutnya. Contoh, modal anda 50juta. Anda beli tanah seluas 1000m2 dengan harga 60 juta. Negosiasikan pembayaran bertahap 6 bulan. Pembayaran pertama 10juta. Cadangkan 10 juta untuk pembayaran ke2. Siapkan tim perencana untuk merencanakan kawasan, biaya skitar 5 juta. Anggarkan biaya promosi sekitar 10juta. Anggarkan 7.5 juta untuk kegiatan operasional bulanan. Anggarkan 7.5 juta untuk legalitas lahan. Cukup 50 juta kan? Cukup 10 juta untuk beli lahan seharga 60 juta kan? Bayangkan jika uang muka anda 100juta, anda bisa mendapatkan lahan 600juta. Jika tanah sudah diolah atau dimatangkan, aset anda bisa menjadi 1.2 M! Fantastis!
Promosikan kawasan dengan menjual resiko
Kawasan ada sudah siap. Promosikan dengan gencar dengan menjual resiko maksudnya adalah dikarenakan anda membutuhkan cash dengan cepat, jual harga rumah 20% lebih murah dari harga normal, tapi cash. Tapi jangan lupa menaikan harga jual jika sudah mencapai titik tertentu. Nah sekarang anda tahu tentang konsep mengemas properti sebagai investasi. Ini salah satunya.
Instrumen Kredit Usaha
Pada tahap awal, perbankan tidak akan mungkin melirik usaha anda. Atau jika usaha anda sudah cukup dikenal, tentunya anda akan mudah mendapatkan kredit konstruksi, salah satu alternatif pembiayaan developer. Perlu anda ketahui, developer (baru) tidak mudah mendapatkan kredit investasi, tapi kredit modal kerja konstruksi. Sekarang bagaimana jika bank belum mau melirik usaha anda. Gunakan fasilitas KPR! Bagaimana caranya? Jadikan saudara, rekan kerja sebagai konsumen properti anda. Pembiayaan melalui KPR. Pencairan KPR akan anda terima. Kewajiban pengembalian KPR menjadi tanggung jawab usaha anda. Simple bukan. Anda sudah dipastikan mendapat kredit investasi.

Alasan No. 3. Dapatkan Cash Flow yang besar!
Alasan ketiga ini jelas-jelas akan sulit untuk ditolak. Dengan properti kita bisa mengenerate cash flow yang besar. Prinsipnya percepat uang masuk, perlambat uang keluar. Eit jangan melulu jual cash… Gunakan instrumen KPR.

Instrumen KPR
KPR saat ini memungkinkan KPR indent dimana konsumen dapat diikat dalam akad kredit meskipun bangunan belum selesai dibangun. Dan anda akan menerima pencairan awal sebesar 40%. Jika uang muka sebesar 20%, berarti anda menerima uang muka 60%. Ingat negosiasi pembayaran? Jangan-jangan modal anda sudah kembali?
Padahal untuk membangun rumah, mungkin anda hanya akan mengeluarkan sekitar 40%. Dan mengeluarkan sekitar 10% lagi untuk pematangan lahan, prasarana dan sarana. Sisa 10%nya? Bisa untuk membayar tanah. Pada bulan ke 4 dengan asumsi pembangunan selesai, maka anda akan menerima 60%. Pertanyaannya adalah bagaimana dengan 4 bulan masa pembangunan? Yang penting jaga target penjualan.
Lahan baru, ladang uang baru
Bagaimana dengan 60% sisa pencairan KPR? Cadangkan untuk membeli lahan baru. Jadikan sebagai ladang uang baru. Saya jamin anda akan kaya raya!
Sekali lagi saya bilang, resiko dalam properti pasti ada. Namun resiko dalam properti harus dapat dikontrol. Ada beberapa tips yang secara gamblang saya tulis tanpa harus disertai keterangan
Tentukan target keuntungan bersih
Tentukan batasan resiko kerugian
Target pemasaran minimal harus tercapai
Tekan fixed cost, perbesar variable cost
Monitoring arus kas dan rugi laba
Cut Loss pada saat menyentuh batasan resiko kerugian
Tuangkan perjanjian bisnis dalam hitam di atas putih
Jadi anda tertarik masuk properti? Kapan?
Cirebon, 08/09/2007

Friday, June 3, 2011

Merintis Bisnis Rumah Kos
Joannes Widjajanto - detikFinance

Jakarta - Saya ingin menjalankan bisnis Rumah Kos. Saya ingin menanyakan soal Pembiayaan Pembangunan Rumah Kos yang nyaman. Berikut adalah data-data yang dapat dijadikan acuan dalam menjawab beberapa pertanyaan saya :
  • Luas Tanah : 138 m2 (12m X 11.5m)
  • Letak Tanah bukan di Jalan Utama (masuk gang, dengan lebar jalan -/+ 2m)
  • Letaknya sangat strategis dari Pusat Perkantoran dan Sekolah-sekolah (Universitas-universitas TOP di Bandung)
  • Sertifikat : SHM
  • Sudah tersedia Jaringan :
  1. Telepon : 1 line
  2. Listrik : 900 watt
  3. Air : Jet Pump.

Ada Pembiayaan Pembangunan berasal dari Dana Pinjaman Bank, dengan bunga 13,8% per tahun.

Pertanyaan Saya :

  1. Apa yang pertama kali harus saya lakukan dalam Pembangunan Rumah Kos tersebut? Apakah sebaiknya saya memakai Kontraktor dalam melakukan Pembangunan Rumah Kos tersebut?
  2. Berapa harga pasaran per-m2 untuk membangun Rumah Kos sederhana tapi nyaman, dengan kualitas bahan2 no. 2.
  3. Apakah setiap kamar sebaiknya Full Furniture (T. Tidur, Lemari & Meja Belajar)?
  4. Apa kekurangan dan kelebihan dari kamar kos yang memiliki K.Mandi sendiri2 dengan K.Umum?
  5. Berapa Daya Listrik yang harus saya sediakan, jika Rumah Kos tersebut saya bangun 2 lantai, dengan masing2 lantai terdiri dari 8 kamar (satu sisi 4 kamar, berhadap2an).

Sekian pertanyaan dari saya, terima kasih sebelumnya.

Jawab :
Ibu FJ, ternyata Ibu sangat serius untuk terjun sebagai pengusaha dimana ada beberapa alternatif yang Ibu pikirkan sebagai 'mesin uang' untuk menghidupi kehidupan keluarga Ibu. Pertanyaan-pertanyaan akan dijawab satu persatu.

1. Apa yang pertama kali harus saya lakukan dalam Pembangunan Rumah Kos tersebut?
Seperti pada umumnya untuk masuk ke dunia bisnis, maka perlu adanya studi kelayakan apakah bisnis yang akan kita masuki memiliki potensi untuk berkembang atau tidak. Jadi yang perlu dilakukan adalah melihat rumah-rumah kos yang ada di sekitar lokasi tanah yang kita miliki / sewa, inilah hal-hal yang perlu dilihat :
  • Berapa banyak rumah kos yang ada
  • Berapa banyak kamar yang disewakan sebagai kamar kos
  • Siapa saja yang menghuni rumah-rumah kos tersebut, apakah para mahasiswa atau para karyawan, ataukah campur
  • Apakah ada kelebihan suplai ataukah kekurangan suplai kamar kos
  • Bagaimana kondisi kamar kos tersebut, apakah diberikan perabotan ataukah kosong. Jika ada perabotan, apa saja yang disediakan.
  • Apakah kamar mandi ada di dalam, ataukah di luar.
  • Berapakah harga yang ditawarkan dengan berbagai macam variasi fasilitas tadi.

Jadi kita seperti melakukan 'marketing inteligent' atau riset kecil-kecilan, untuk melihat potensi pasar dari rumah kos tersebut. Dengan melakukan ini, maka kita memiliki pengetahuan yang lebih baik atas bisnis yang akan kita masuki.

Apakah sebaiknya saya memakai Kontraktor dalam melakukan Pembangunan Rumah Kos tersebut?

Dalam proses pembuatan rumah, ada 2 proses yang akan kita lakukan. Yang pertama proses design, umumnya dilakukan oleh para arsitek. Kemudian proses pembangunan itu sendiri yang dilakukan oleh pihak kontraktor. Kadang proses design dan pembangunan dilakukan oleh pihak yang sama. Sehingga untuk proses design masuk dalam biaya pembangunan.
Jika kita mempunyai kemampuan untuk melakukan proses design, maka biaya design tidak perlu ada. Demikian pula, jika kita memiliki kemampuan sebagai kontraktor.

2. Berapa harga pasaran per-m2 untuk membangun Rumah Kos sederhana tapi nyaman, dengan kualitas bahan-bahan nomor dua.

Itu sangat bergantung dengan bahan-bahan yang akan dipakai dan fasilitas yang disediakan. Biaya untuk fisik bangunan umumnya relatif sama tetapi untuk finishing umumnya sangat tergantung dari bahan yang akan dipakai. Disarankan untuk melakukan survei ke beberapa kontraktor maupun arsitek di lingkungan anda untuk mengetahui biaya per m2.

3. Apakah setiap kamar sebaiknya Full Furniture (T. Tidur, Lemari & Meja Belajar)?

Dari riset yang kita lakukan di point no. 1, kita akan mengetahui pasar mana yang masih memiliki potensi untuk dikembangkan. Dan tentunya kita akan memilih potensi bisnis yang sesuai dengan kemampuan kita dan menjanjikan di masa depan.

4. Apa kekurangan dan kelebihan dari kamar kos yang memiliki K.Mandi sendiri2 dengan K.Umum?

Tentunya kamar kos yang memiliki kamar mandi di dalam dilihat dari harganya lebih tinggi dibandingkan dengan kamar kos yang memakai kamar mandi umum. Karena biaya perawatan untuk kamar kos dengan kamar mandi di dalam lebih tinggi, demikian pula biaya pembangunannya.

Ada satu pertanyaan yang perlu dijawab, apakah pasar yang dibidik dan harga yang ditawarkan adalah sesuai dengan perhitungan bisnis yang ada.

5. Berapa Daya Listrik yang harus saya sediakan, jika Rumah Kos tersebut saya bangun 2 lantai, dengan masing-masing lantai terdiri dari 8 kamar (satu sisi 4 kamar, berhadap-hadapan).

Ini sangat bergantung dari fasilitas yang ditawarkan, misal adanya kulkas di setiap kamar atau AC. Kemudian para penghuni kos juga diperkenankan untuk membawa televisi, komputer dan lain sebagainya. Apakah ada juga fasilitas lain yang membutuhkan daya listrik yang cukup signifikan, misal : pompa air, mesin cuci dan lain sebagainya.

Dengan menghitung kebutuhan listrik rata-rata setiap kamar, maka kita dapat menghitung kebutuhan listrik secara total untuk rumah kos kita.

Selamat berhitung.

Joannes Widjajanto-Shildt Financial Planning

Friday, May 6, 2011

Meraup duit dari usaha kos-kosan

Bisnis kos-kosan tak ada matinya. Apalagi lokasinya berada di pusat kota, dekat dengan tempat kerja, ataupun kampus mahasiswa.
Afrizal merasa beruntung punya rumah dekat dari kampus atau kampus yang berada dekat dari rumahnya. Kenapa tidak. Sejak lama, kampus telah menjadi berkah bagi perekonomian keluarganya karena mereka hidup dari menyewakan kamar demi kamar bagi mahasiswa.
Tidak kurang ada 20 kamar yang penuh terisi. Hampir tidak ada lahannya yang tersisa karena semuanya dibangun kamar kontrakan.
Itulah Afrizal, yang masih tetap bisa berkembang di tengah gempuran bisnis kontrakan yang mulai menjamur di sekitar rumahnya, di daerah Limau Manis, Universitas Andalas (Unand), Padang, Sumbar.
“Saya tidak takut kamar kami sepi karena pada dasarnya setiap kontrakan punya pasar sendiri-sendiri,” begitu dia menanggapi fenomena menjamurnya kontrakan terorganisasi di lingkungannya, termasuk pembangunan rumah susun sewa (rusunawa) bagi mahasiswa yang tengah dibangun di kampus Unand.
Kalau melihat pada perkembangan bisnis kos-kosan atau kontrakan dekat kampus memang kini sudah berkembang dengan pesat.
Keberadaan kampus perguruan tinggi di sejumlah kota bahkan menjadi urat nadi dalam menggerakan transaksi ekonomi. Sebut saja, Depok, Yogyakarta, Bandung, Padang, dan sejumlah kota lain yang memiliki karakter yang tidak jauh berbeda dengan kota yang disebutkan itu. Keberadaan kampus menciptakan captive market bagi bisnis kontrakan. Tidak heran banyak wilayah yang ekonominya digerakkan oleh bisnis kontrakan semacam itu.
Begitu pun, Zulkarnaen mendapatkan mimpinya untuk memiliki pendapatan tetap setelah pensiun dari pekerjaan sebagai salah satu pejabat eselon II di salah satu instansi pemerintah di Jakarta.
Sejak dua tahun lalu, dia telah menyiapkan ladang barunya. Bermodalkan pinjaman bank sekitar Rp400 juta dan ditambah dari uang tabungan yang disimpan sedikit demi sedikit sejak lama, dia memberanikan diri membangun rumah kontrakan dengan tambahan dana dari pinjaman perbankan.
Kini, sudah hampir setahun Zulkarnaen menghabiskan hari-harinya untuk mengurus rumah kontrakan dengan 19 unit kamar.
Pilih lokasi

Mengembangkan usaha kos-kosan bisa dilakukan banyak orang karena sifat usaha yang tidak rumit. Begitu menggiurkannya bisnis ini, tidak sedikit dari kelompok pengusaha besar juga menggarap secara khusus usaha kontrakan mahasiswa.
Mereka bersaing dengan pemilik rumah kos-kosan dan kontrakan dalam skala yang berbeda tentunya. Tidak heran, pengembangan usaha kontrakan bisa beragam. Mulai dari skala rumah susun atau flat hingga rumah lingkungan.
Pada dasarnya, usaha rumah kontrakan itu memang tidak harus dikembangkan dengan skala besar, tapi dengan lahan 200 m2 hingga 300 m2 pun sudah cukup untuk memulai bisnis kontrakan. Yang terpenting dari bisnis ini terletak pada kejelian dalam memilih lokasi, di mana faktor kedekatan dengan kampus menjadi syarat utama.
Makanya tidak heran kawasan seperti Depok atau Yogyakarta menjadi tempat yang prospektif bagi bisnis tersebut. Secara umum hampir semua ibu kota provinsi di Indonesia memiliki prospek bagus untuk digarap dari sisi bisnis semacam ini.
Hanya saja tentu tidak semua sudutnya bisa digarap karena calon investor harus memilih lokasi yang dekat dengan perguruan tingginya. Berbicara prospek tarif sewa kontrakan atau kos-kosan tentu akan berbeda antara satu daerah dengan daerah yang lain.
Yang jelas tingkat tarif kontrakan mahasiswa tidak akan sebesar tarif apartemen. Misalnya, di Depok tarif sewa kontrakan mahasiswa berkisar Rp150.000 hingga Rp400.000 per bulan.
Untuk ukuran rasio investasi di Depok jelas tarif sebesar itu sudah sangat memadai untuk digarap. Sehubungan dengan perkembangan bisnis ini yang terus maju, ada sejumlah daerah yang mulai ketat menerapkan pengenaan pajak atas objek usahanya.
Depok termasuk salah satu kota yang mulai ketat menerapkan perpajakan usaha kos-kosan.
Dalam hal ini, yang dianggap usaha kos-kosan yang wajib membayar pajak adalah yang memiliki kamar di atas 10 unit. Adapun rumah kos yang berkamar kurang dari 10 unit bebas dari pajak kos. Besaran pajak yang dikenakan mencapai 5% dari total pendapatan setiap bulan dengan mengacu pada Undang-Undang No. 34/2000 dan Peraturan Daerah (Perda) Kota Depok No. 02/2002 tentang Pajak Hotel, Pajak Hiburan, Pajak Reklame, Pajak Restoran, dan Pajak Parkir tertanggal 7 Maret 2002 yang diundangkan dalam Lembaran Daerah Kota Depok pada 8 Maret 2002.
Beberapa waktu lalu, kalangan pengelola Kampus Unand Padang mulai serius mengembangkan pemondokan bagi mahasiswa. Sejumlah blok rumah susun dikembangkan di dekat kampus itu untuk menampung sebagian dari mahasiswa perguruan tinggi itu yang jumlah lebih dari 10.000 orang.
Selama ini, keberadaan kampus itu telah ikut menggerakkan usaha produktif masyarakat di sekitarnya dalam bentuk bisnis pemondokan mahasiswa. Hampir semua rumah masyarakat di sekitar kampus difungsikan sebagai pemondokan mahasiswa. Bahkan ada beberapa investor yang sudah masuk dalam tahap pengembangan flat komersial untuk mengelola pasar hunian bagi kalangan kampus di Unand.

Thursday, April 21, 2011

Usaha Kos-kosan, Penghasilan Terus Mengalir

11:07 | Friday, 13 November 2009
Usaha Kos-kosan, Penghasilan Terus Mengalir, KOS: Puluhan rumah kos di kawasan Jalan  Dr Mansyur, Medan, Kamis (12/11). Kawasan ini menjadi idola  mahasiswa karena letaknya strategis dan dekat dengan Kampus Universitas Sumatera Utara (USU).//hs putra/sumut posKOS: Puluhan rumah kos di kawasan Jalan Dr Mansyur, Medan, Kamis (12/11). Kawasan ini menjadi idola mahasiswa karena letaknya strategis dan dekat dengan Kampus Universitas Sumatera Utara (USU).//hs putra/sumut pos
MEDAN-Bisnis kos-kosan memang cukup menjanjikan, terlebih di kota-kota pusat perdagangan atau di kota-kota pelajar dan industri. Banyaknya pelajar mahasiswa dan pegawai yang berasal dari luar daerah menjadikan pemilik kos-kosan menikmati keuntungan darinya. Usaha ini dapat dijalankan hanya dengan memanfaatkan kamar di rumah yang tidak lagi dipakai atau berpenghuni atau membangun rumah kos.
Selain penghasilan yang terus mengalir setiap bulannya, sebagai usaha jangka panjang, pemilik kos-kosan bisa menikmati keuntungan dari terus naiknya nilai tanah. Pengelolaan usaha kos-kosan ini juga tidak begitu rumit.
Memang kebutuhan akan rumah petak untuk disewakan pada kalangan berpenghasilan menengah ke bawah bisa jadi salah satu alternatif pemasukan bagi yang kebetulan mempunyai modal berupa sebidang tanah dan penambahan biaya bahan bangunan sederhana.
Hal pertama untuk menentukan bagus tidaknya prospek bisnis rumah petak adalah lokasi yang menjadi penentu harga kos-kosan. Lokasi strategis itu biasanya berada di wilayah perkantoran atau kampus. Tentunya rumah petak disewakan sebagai kos-kosan dengan fasilitas yang lebih lengkap sehingga bisa disewakan dengan tarif mahal per kamar per bulan. Apalagi jika dilengkapi fasilitas lengkap seperti AC.
Di Kota Medan, peluang bisnis kos-kosan berada di dekat kampus. Misalnya saja di kawasan Setiabudi, Dr Masyur Medan, ringroad hingga Jamin Ginting/Padang Bulan yang berdekatan dengan kampus Universitas Sumatera Utara. Ada lagi lokasi lainnya yang dekat dengan kampus ST Thomas, yakni kawasan Tanjung Sari. Kawasan-kawasan tersebut banyak menyediakan rumah kos-kosan untuk mahasiswa. Baik itu rumah kos-kosan bangunan baru hingga rumah pribadi yang menyediakan kamar kos-kosan.
Misalnya saja rumah kos-kosan milik Ibu Haji. Wanita yang lebih dikenal dengan nama Ibu Haji tersebut awalnya tidak berniat membangun rumah kos-kosan di kediamannya, Jalan Kenanga, Pasar 6, Setiabudi Medan. Karena memiliki pekarangan belakang rumah yang luas, ia pun membangun 6 kamar kos-kosan dengan ukuran kecil (berdempetan). Tiap kamar kosnya hanya memiliki satu kamar tidur dan satu kamar mandi dengan berlantaikan keramik. “Saya baru tiga tahun memiliki usaha kos-kosan. Hasilnya cukup lumayan sekali,” kata Ibu Haji yang kini masih menerima anak kos.
Ia mematok harga kos-kosannya per tahun dan per bulan. Untuk per tahun ia kenakan biaya Rp4,5 juta, sedangkan per bulannya Rp400 ribu. Ia mematok sedikit lebih mahal karena biaya air dan listrik sudah termasuk dalam biaya itu. Sedangkan biaya membangun rumah kos-kosannya hampir mencapai 150 juta.
Sedangkan pemilik kos lainnya, Br Simbolon, sejak dua tahun lalu sengaja membangun rumah kos-kosan di kawasan Setiabudi. Dengan lahan yang tidak terlalu besar, ia membeli tanah warga sekitar Rp300 juta yang kemudian dia bangun kos-kosan. Harga tanah tersebut sedikit mahal karena berada di lokasi strategis. Sedangkan biayanya membangun rumah kos-kosannya Rp350 juta. Tiap bulannya ia mematok harga kos Rp400 ribu.
“Saya beli tanah tidak terlalu lebar. Makanya saya bangun dengan model bertingkat seperti rumah susun. Ada enam tingkat. Jumlahnya ada delapan kamar kos. Investasinya memang besar. Tapi, bayangkan, penghasilan dari kos-kosan terus mengalir tiap bulan dan tidak ada matinya bahkan hrganya tiap tahun naik,” bilang dia.
Mariana, pemilik kos Jalan Sipirok Medan juga mengatakan hal yang sama. Ia tidak membangun rumah kos, tetapi menyediakan kamar untuk anak kos. “Anak saya semuanya sudah menikah dan tidak tinggal di rumah. Jadi ada tiga kamar kosong langsung saya jadikan kos-kosan dilengkapi tempat tidur dan lemari. Harganya hanya saya patok Rp250 ribu per bulan,” ujarnya.
Dahlia, mahasiswi fakultas sastra USU mengatakan, dirinya sengaja memilih kos-kosan dekat dengan kampusnya. “Kalau dekat dengan kampus, jadi tak perlu lagi naik angkot. Meski harga kosnya sedikit mahal, tapi lebih strategis,” ujar wanita yang berasal dari Siborong- Borong ini.
Rudi, mahasiswa fakultas hukum USU mengatakan, ia memilih kos-kosan yang memiliki fasilitas lengkap yang disediakan ibu kos. Seperti, TV dan AC.)
“Bagi yang kos per bulan, carilah tempat kos yang pemiliknya bisa diajak kompromi soal uang kos. Sebab, kiriman uang tak selalu datang sesuai jadwal. Biasanya yang namanya ibu kos sudah paham dengan urusan tunggak menuggak uang kos,” ujar Rudi. (mag-10)

Thursday, April 7, 2011

Investasi Rumah Kos-Kosan di Jogja


Rumah Kos sudah sejak lama menjadi lahan investasi bisnis yang menguntungkan dan masih tetap menarik hingga saat ini. Namun jika tidak cermat dan tidak tahu bagaimana memanfaatkan investasi ini, bisnis rumah kos bisa tidak berhasil. Rumah kos dapat menjadi passive income bagi sang pemilik tanpa harus mengeluarkan banyak dana. Misalnya jika sebuah rumah dibeli dengan cicilan, kita bisa mendapatkan biaya untuk membayar cicilan dengan menjadikannya rumah kos.

untuk mendapatkan info2 dan tips2 
KOS/RUMAH JOGJA - PIN 28421001 
PROPERTI JOGJA - PIN 237149DE 
TANAH DIJUAL JOGJA - PIN 5515EF65

Ada beberapa aspek yang harus diperhatikan dalam memulai bisnis rumah kos, yaitu :

1. Menggunakan Bank dalam pendanaan. Peranan bank disini adalah :
* Sebagai sumber pendanaan
* Sebagai rekan kerja yang membantu pengecekan dan keabsahan surat-surat rumah
* Membantu mempermudah penghitungan biaya, termasuk biaya desain kamar yang dapat disesuaikan dengan budget.


2. Lokasi yang strategis.
Lokasi disini tergantung pada pasar yang diinginkan. Apakah pasarnya karyawan, buruh atau mahasiswa. Jika pasarnya mahasiswa, carilah lokasi yang berada sedekat mungkin dengan kampus. Jika pasarnya karyawan, carilah lokasi di dekat daerah perkantoran. Strategis juga berarti mudah dijangkau dengan kendaraan umum. Jangan memilih lokasi yang rawan banjir!


3. Desain
Semakin luas kamar, semakin banyak fasilitas maka akan semakin mahal harga sewa sebuah kamar kos. Sesuaikan desain kamar dengan luas bangunan dan perhatikan kenyamanan penyewa.


4. Faktor keamanan baik dari luar maupun dari dalam adalah faktor utama yang sangat penting untuk kelangsungan rumah kos. Jika sekali dikenal tidak aman, rumah kos akan langsung kehilangan pelanggan dan mempunyai citra yang buruk. Untuk mengatasi ancaman keamanan dari luar, rumah kos disarankan memiliki penjaga kos serta membuat peraturan-peraturan bagi penyewa kos agar tidak mengganggu lingkungan. Contohnya seperti : tidak menyalakan musik terlalu keras, tidak menerima tamu diatas pukul 22.00, dan sebagainya.
Sedangkan untuk faktor keamanan dari dalam, pemilik kos harus menyeleksi calon penghuni kos agar tempat kosnya tidak menjadi sarang narkoba, tempat pelacuran dan sebagainya. Hal ini dapat dilakukan dengan cara meminta kartu identitas calon penghuni dan melapor keberadaan calon penghuni pada ketua RT setempat.



Untuk meningkatkan pendapatan dari uang sewa kos, ada beberapa tips berikut:

1. Cobalah untuk meminimalkan penggunaan listrik dengan memilih market karyawan karena karyawan lebih banyak berada di kantor daripada di rumah kos, dibandingkan dengan mahasiswa. Penghematan listrik juga dapat dilakukan dengan membuat bak penampung air yang besar.

2. Untuk meningkatkan harga sewa kamar dengan memberikan fasilitas yang lebih dan bisa digunakan secara bersama seperti TV Cable, Hot Spot, dll


3. Bukalah usaha sampingan untuk menambah pemasukan, seperti : laundry service, warung makan atau catering untuk penghuni kos.



Contoh Perhitungan Berinvestasi Pada Rumah Kos :

Sebuah rumah dijual seharga Rp. 300.000.000. Rumah tersebut sebelumnya adalah rumah kos dengan 15 kamar yang telah tersewa semua. Harga sewa per kamar Rp. 400.000 per bulan. Anda ingin berinvestasi dengan membeli rumah kos tersebut, perhitungannya adalah sebagai berikut :

DP Rp. 60.000.000 , Pinjaman Rp. 240.000.000 dengan KPR. Bunga 12%, cicilan Rp. 2.936.500 per bulan, jangka waktu pinjaman 15 tahun. Jika kamar disewakan, maka perhitungan keuntungan menjadi sebagai berikut.

* Penghasilan penyewaan kamar : Rp. 400.000 x 15 kamar – Rp. 2.936.500 (cicilan/perbulan) = Rp. 3.063.500 per bulan
* Biaya listrik, air dan kebersihan setiap bulan Rp. 1.500.000
* Keuntungan bersih : Rp. 3.813.500 – Rp. 1.500.000 = Rp. 1.563.500



Jika harga rumah kos semakin naik setiap tahun, maka keuntungan pun semakin bertambah.
Tidak sulit dan sangat menarik karena dengan uang Rp. 60.000.000, Anda mendapatkan penghasilan tetap setiap bulan sebesar Rp. 1.563.500 atau 2,6% per bulan atau sebesar 31,2% per tahun.
Nah, investasi yang menarik, bukan? Mulai pilihlah lokasi untuk investasi rumah kos Anda.

Wednesday, March 23, 2011

Kedai Kopi Kapal Api – Manisnya Peluang Bisnis dari Secangkir Kopi




Kopi telah menjadi minuman yang mendunia dan digemari oleh banyak kalangan. Hampir seluruh negara di dunia menjadikan kopi sebagai salah satu minuman favorit. Beragam kedai kopi mulai dari yang harganya terjangkau dan merakyat hingga brand kafe-kafe berkelas tersebar di seluruh penjuru dunia, termasuk di Indonesia. Keberadaan brand populer seperti Starbucks, Lawton atau Old Town Coffee tentu sudah tak asing lagi bagi penikmat kopi yang berasal dari kalangan menengah ke atas.

Menikmati kopi tentu bukanlah monopoli masyarakat dari kalangan menengah ke atas. Kalangan lain seperti tukang ojek motor, sopir bus, guru, mahasiswa atau karyawan juga banyak yang menggemari kopi. Bahkan warung kopi sederhana kadang kala menjadi tempat yang memfasilitasi beragam obrolan ringan yang mengakrabkan dengan topik umum seperti situasi politik atau gosip artis teranyar. Hal semacam ini tentu tak dapat ditemui di kafe-kafe keren yang mayoritas pelanggannya lebih individualis dan asyik dengan kesibukan masing-masing.

Bersantai di kafe atau warung kopi sederhana biasanya dilakukan oleh orang-orang yang sedang memiliki waktu luang, atau memang sengaja menyempatkan waktu untuk datang ke tempat tersebut. Bagi kalangan menengah ke bawah, obrolan ringan di warung kopi tentu menjadi hal yang menarik untuk melepas penat. Sementara kalangan menengah ke atas akan lebih disibukkan dengan aktivitas sendiri, merampungkan pekerjaan dengan membawa laptop ke kafe dan memanfaatkan fasilitas free wifi yang ada.

Ternyata produsen merek minuman kopi popular, Kapal Api, PT. Santos Jaya Abadi ternyata jeli membaca peluang bisnis untuk memenuhi kecintaan masyarakat Indonesia terhadap kebiasaan minum kopi. Dengan inovasi franchise kedai kopi yang ditawarkan oleh PT. Santos Jaya Abadi, menyeruput kopi segar yang baru diracik bisa dilakukan secara express dengan harga yang relatif terjangkau. Yuk kita simak review mengenai PT. Santos Jaya Abadi serta inovasi franchise kedai kopi yang ditawarkannya.

Perkembang Bisnis Kopi Kapal Api

PT. Santos Jaya Abadi merupakan salah satu perusahaan berlevel multinasional yang memproduksi beragam jenis minuman berbahan dasar kopi. Perubahan ke arah modernisasi telah dilakukan Santos Jaya Abadi pad tahun 1970 dan 1980 dengan menggunakan mesin-mesin mutakhir berteknologi canggih, perbaikan sistem management serta pembangunan pabrik-pabrik baru. Hingga tahun 2014, perusahaan yang berdiri sejak tahun 1927 ini sudah memiliki 3 pabrik yang masing-masing memiliki kapasitas produksi 5 ton setiap harinya.

Hingga saat ini, produk kopi Kapal Api menjadi andalan PT. Santos Jaya Abadi dan menjadi brand yang memimpin pasar dengan serangkaian produk lengkapnya. Untuk melengkapi kesuksesan kopi Kapal Api, Santos Jaya Abadi juga memproduksi produk lainnya seperti Excelso, Good Day, Ya! dan Kapten.

Tak hanya fokus pada kegiatan produksi produk kopi, Santos Jaya Abadi juga menawarkan peluang usaha berupa kemitraan franchise kedai kopi Kapal Api. Berbagai benefit yang akan diterima oleh oleh mitra franchise seperti brand yang sudah terkenal dan terpercaya, konsultasi bisnis, dukungn staff training dan dukungan promosi membuat brand kopi Kapal Api menjadi franchise unggulan untuk memulai bisnis.

Proses untuk Menjadi Mitra Franchise Kedai Kopi Kapal Api

Ada tujuh tahapan besar yang harus dilalui oleh pihak yang ingin menjadi mitra franchise kedai kopi Kapal Api, tahapan tersebut adalah :

Presentasi bisnis oleh calon mitra
Pengisian formulir oleh calon mitra
Survey lokasi
Penandatanganan kerja sama
Pembayaran investasi
Pengiriman booth serta perlengkapan lainnya
Pembukaan kedai franchise
Seluruh tahapan tersebut tentu dilaksanakan dengan tujuan tercapainya kesepakatan antara kedua belah pihak. Mengenai modal usaha, kita bisa memulai usaha kedai kopi Kapal Api tersebut dengan nilai investasi Rp 10 juta. Dengan melakukan presentasi bisnis, maka tujuan pencapaian bisnis dari mitra franchise bisa disampaikan secara efektif kepada pihak Santos Jaya Abadi.

Pihak Snto Jaya Abadi juga akan memberikan penjelasan mengenai fasilitas dan dukungan yang akan diperoleh mitra franchise. Ilustrasi perhitungan hasil investasi serta perkiraan BEP (Break Event Point) period juga akan dijelaskan oleh Santos Jaya Abadi berdasarkan perhitungan omset penjualan rata-rata per hari. Informasi lebih rinci bisa anda lihat di sini.

Dengan demikian, memulai bisnis di bidang kedai kopi akan menjadi lebih mudah bila melakukan sistem kerja sama franchise yang ditawarkan oleh PT. Santos Jaya Abadi. Beberapa tempat-tempat umum yang strategis seperti pusat perbelanjaan, mall, stasiun kereta api atau terminal bus dapat menjadi alternatif lokasi usaha yang tepat.

Biasanya masyarakat di tempat-tempat tersebut cenderung tidak punya banyak waktu atau hanya sekedar transit untuk menunggu keberangkatan transportasi umum di jam-jam yang sudah ditentukan. Sehingga diharapkan kedai kopi dapat menjadi pilihan yang tepat untuk rileks sejenak menyeruput secangkir kopi sebelum melanjutkan rutinitas harian lainnya.

Saturday, February 5, 2011

Prospek Bisnis Rumah Kos Eksklusif

E-mail Cetak PDF
Bila ingin menjajaki dunia bisnis, namun tidak memiliki banyak waktu luang untuk mengurusinya, bisnis kos-kosan bisa menjadi pilihan Anda. Bisnis ini terbilang mudah dibanding bisnis lainnya. Anda tidak harus sering meeting, tidak harus sibuk membangun relasi maupun hal-hal lain seperti yang biasa dilakukan para pengusaha. Anda sendiri bisa menjalaninya sambil bekerja atau menjalani aktifitas lain. Rezeki dari bisnis itupun bisa tetap mengalir.


Itulah yang kini dialami Abdurrahman atau biasa disapa Aab (27), pemilik lima rumah kos yang berlokasi di Jakarta Selatan. Meski tengah melakoni bisnis ini, Aab menjalaninya sambil bekerja sebagai sales di sebuah perusahaan swasta. "Bisnis ini tidak banyak menyita waktu, tenaga dan pikiran. Itu sebabanya, bisa dilakukan sambil bekerja atau menjalani aktifitas lain," jelas Aab.

Aab menjalani bisnis ini sejak tahun 2000. Namun rumah kos yang didirikannya berbeda dengan rumah kos pada umumnya. Ia membidik segmen expatriate dan kalangan profesional yang bekerja di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Fasilitas dan servisnya sekelas apartemen bahkan hotel. "Kita menyebutnya rumah kos eksklusif, karena fasilitas dan layanannya disesuaikan dengan kebutuhan kalangan menengah ke atas yang di antaranya sangat memperhatikan privacy mereka," papar Aab.

Sebelumnya Aab sempat melakoni bisnis sewa rumah pada segmen yang sama. Hanya saja, terhenti akibat krisis ekonomi tahun 1998. "Waktu krisis orang asing banyak yang kembali ke negaranya, karena perusahaan tempat mereka bekerja banyak yang bangkrut. Apalagi sejak ada isu terorisme. Orang asing lebih banyak lagi yang pergi akibat travel warning," tegas Aab.

Di saat kondisi ekonomi mulai stabil dan kondisi keamanan mulai membaik, di mana orang asing mulai berdatangan kembali, Aab beralih ke bisnis ini. "Biasanya mereka tinggal di rumah sewaan atau apartemen dengan biaya yang sangat mahal. Rumah kos eksklusif ini kita tawarkan sebagai alternatif hunian mereka. Fasilitas dan servisnya kita up grade sesuai kebutuhannya namun tarif yang kita tawarkan jauh lebih murah," jelas Aab.

Tiga bangunan rumah kos eksklusif yang didirikannya, masing-masing memiliki 21 kamar dengan luas masing-masing 5 x 5 m2 dan 4 x 5 m2. Pada prakteknya, rumah kos eksklusif yang disewakan Aab sangat diminati. Hingga kini rata-rata 80%-nya terisi. "Hunian seperti ini cukup digemari. Kalau rumah sewa dan apartemen sering dianggap tidak proporsional dan cenderung berlebihan," tambahnya.

Untuk rumah kos eksklusif pertamanya, didirikan di kawasan Kemang Jakarta Selatan. Untuk pembangunannya Aab mengeluarkan uang sekitar Rp 2 miliar. Kini rumah kos eksklusifnya sudah beranak pinak menjadi lima, lokasi kedua masih berada di Kemang, lokasi ketiga di Ciganjur, selebihnya berada di Cilandak Timur.

"Bisnis ini sangat prospektif, karena semakin banyak perminatnya. Selain, kalangan expatriate dan kalangan profesional pegawai papan atas dari instansi pemerintah pun mulai sering menggunakannya saat mengikuti diklat ataupun saat mengikuti acara lainnya," tegas Aab.

Menurut Aab, jangka waktu tinggalnya beragam, paling lama dua tahun. "Yang paling lama, biasanya orang asing yang bekerja sebagai tenaga ahli, waktunya sekitar satu sampai dua tahun. Kalau yang singkat biasanya tourist atau para pegawai dari luar kota yang sedang bertugas di Jakarta," papar Aab.

Nilai Lebih

Aab menjelaskan, untuk rumah kos eksklusif ini, lingkungannya harus nyaman, aman dan tenang. Tiga hal itu, harus benar-benar dicermati. "Meskipun tarifnya murah mereka tidak akan memilihnya begitu saja. Lingkungannya akan diteliti. Kalau tidak sesuai, mereka akan enggan tinggal di sini," kata Aab.

Mengenai kenyamanan lingkungannya, desain dan tata ruang rumah kos eksklusif harus benar-benar diperhatikan, mulai dari halaman depan sampai ke bagian dalam ruangannya. "Yang pasti, untuk bentuk bangunan dan tata ruangnya, harus sesuai dengan selera dan kebutuhan pasarnya," tambah Aab.

Aab sendiri membangun rumah kos eksklusifnya dengan menggunakan konsep bangunan modern. Di bagian depannya dilengkapi halaman yang luas, disertai taman yang indah. Tak ketinggalan, disediakan pula lahan parkir untuk para penghuninya. "Di sini ada taman yang hijau sehingga lingkungannya menjadi sejuk. Selain itu, disediakan lahan parkir khusus, agar tidak kesulitan saat memarkir kendaraan," papar Aadb.

Di bagian dalamnya, dilengkapi ruang utama, meeting room, fitness center, dapur kecil (pantry) berikut kolam renang yang dibangun di bagian belakangnya. Fasulitas standar kamar kos, umumnya dilengkapi kulkas satu pintu, televisi berikut TV kabel berlangganan, telepon, koneksi internet, water dispenser dan pemanas air kamar mandi. (Ruby Babullah Afsa. Baca selengkapnya di Majalah DUIT No. 08/IV/Agustus 2009).


Tarif sewa:
Harian : Rp 250.000-Rp 300.000
Mingguan : Rp 1.000.000 - Rp 1.500.000
Bulanan : Rp 3.000.000 - Rp 5.000.000

Vista Group
Jl. Pedurenan 22
Cilandak Timur
Kecamatan Pasar Minggu
Jakarta Selatan, 12560
Indonesia
Website: http://www.kemangvista.com

Thursday, January 6, 2011

Peluang bisnis dari kecanduan kopi hitam



Peluang bisnis dari kecandua
Kedai Wisang Kopi di Jakarta Selatan yang menyajikan kopi arabika dengan metode seduh manual,
Minum kopi sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat urban dalam satu dekade terakhir. Tetapi setahun belakangan, muncul tren baru dalam kebiasaan minum kopi.
Jika biasanya konsumen di kota-kota besar di Indonesia akan mencari tempat minum kopi yang menawarkan berbagai paduan rasa sekaligus menjadi tempat nongkrong yang asyik dengan koneksi internet, kini mereka mulai mencari tempat-tempat untuk menikmati seduhan biji kopi pilihan khas.
Tren ini pun ditanggapi oleh dunia usaha dengan munculnya tempat-tempat yang menyajikan specialty coffee. Biji kopi ini seringnya diseduh tanpa mesin, dan disajikan asli; tanpa gula, tanpa krim, dan tanpa tambahan rasa karamel atau vanila. Intinya, kembali pada rasa kopi itu sendiri.
Salah satu tempat yang menyajikan specialty coffee tersebut adalah Wisang Kopi di Jakarta Selatan.
Kedai kopi milik Cubung Hanito dan Nanda Imaniar ini sudah berdiri sejak 1,5 tahun terakhir. Ukurannya hanya sekitar 4x6 meter. Namun lepas ukuran yang mungil, tempat ini menawarkan biji kopi pilihan, dari Gayo Sarawalo asal Aceh atau Kenya Gatuya. Yang pasti semua adalah kopi jenis single origin Arabika.
Semua pesanan minuman akan diseduh secara manual, tanpa mesin, oleh Cubung. Metode seduh manual ini mereka tawarkan sebagai nilai jual keunikan di Jakarta.
Mesin 'wah'
Di Jakarta mereka menjadi satu-satunya kedai kopi dengan modal bisnis, pendapatan, dan alat yang "seadanya". Tetapi, sebenarnya, menurut Nanda, ide menjual biji kopi pilihan dengan seduh manual ini sudah banyak dilakukan oleh anak-anak muda di Bandung dan Yogyakarta.
"(Mereka adalah) Orang-orang yang menyukai kopi dari nol sampai akhirnya punya (kafe). Di Jakarta, terbalik. Fenomenanya malah bisnisnya dulu yang diincar. Modal gede, mesin wah, tokonya di dalam mal. Sedangkan di tempat-tempat lain, teman-teman kita, bahkan ada yang bikin di garasi rumahnya, ada yang naik sepeda sambil bawa kopi, jualan, mereka memang start bisnisnya dari passion, modal seadanya, baru jadi gede," kata Nanda.
Alasan Cubung mendirikan Wisang Kopi sebenarnya sederhana. Sebagai penyuka kopi, dia sayang jika harus mengeluarkan uang untuk minum kopi. Tetapi dengan punya warung, menurutnya dia bisa minum dengan pengeluaran warung.
"Jujur itu yang pertama terpikir," katanya.

Image caption
Metode seduh manual tanpa mesin menjadi nilai jual keunikan di Jakarta.

Image caption
Di Yogyakarta dan Bandung, menurut Cubung Hanito, malah jauh lebih banyak tempat-tempat yang menyajikan kopi hitam dengan metode seduh manual dibanding Jakarta.
Selain itu, dia belum bisa menemukan tempat-tempat minum kopi single origin yang diseduh secara manual di Jakarta setelah pindah dari Bandung.
Dia membandingkan, di Bandung, setidaknya sudah ada 10-15 tempat yang menurutnya "oke" dalam menyajikan kopi seduh manual.
"Di Yogya sampai tiga atau empat kali lipatnya, dilihat dari jumlah warung kopi manual," ujarnya.
Meski berawal dari minat, tetapi Wisang Kopi sebenarnya punya perhitungan bisnis, terutama soal pangsa pasar.
Cubung memperkirakan penikmat seduh manual di Jakarta yang spesifik mencari kopi hitam berkisar 2-5 ribu orang. Kecil, tapi dalam tiga tahun ke depan, dia berharap angka ini akan bertambah 2-3 kali lipatnya.
Dan untuk menarik calon konsumen, Wisang Kopi juga memasang harga murah, sekitar Rp18-25 ribu per gelas kopi. Biasanya, di kafe-kafe yang menyajikan kopi dengan kualitas serupa, harga dipatok sekitar Rp30-40 ribu segelas.
Sebulan, Wisang Kopi bisa membeli 20-25 kg biji kopi dan mendapat pemasukan bersih Rp5-6 juta.
Gelombang ketiga
Jika Wisang Kopi lebih melakukan pendekatan modal dan pendapatan seadanya, maka Watt Coffee mendasarkan keputusan bisnisnya pada tren penyajian specialty coffee di Jakarta.

Image caption
Proses memasak air panas untuk menyeduh kopi di Watt Coffee, Jakarta Pusat.

Image caption
Proses menyeduh bubuk kopi.
Watt Coffee yang ada di bilangan Senen, Jakarta Pusat, baru berdiri 11 bulan. Alfred Agus, pemiliknya, mengatakan bahwa kafenya adalah bagian dari gelombang ketiga industri kopi.
"Third wave ini memang lagi booming di mana-mana, ini industri yang datang dari Melbourne dan Amerika Serikat," kata Alfred.
Tahap bayi
Dia mencirikan, tempat penyajian specialty coffee biasanya hanya ada di satu lokasi, berbeda dengan konsep waralaba kafe yang populer.
Di Jakarta, fenomena ini, Alfred melihat, baru terjadi dalam 2 tahun terakhir dengan berdirinya tiga tempat minum specialty coffee di Jakarta, yaitu Giyanti Coffee, Tanamera, dan Common Grounds.
Meski ada tiga tempat tersebut yang disebut Alfred sebagai pionir, toh dia tetap melihat ada peluang untuk meraih pasar.

Image caption
Kopi Flores Madu yang sudah selesai diseduh.
"Industri kopi itu bukan yang booming seperti yogurt beku. Ketagihan kopi harus minum setiap hari, apakah dia minum kopi tubruk atau ke waralaba, intinya adalah orang harus minum kopi. Apakah culture-nya pekat seperti Melbourne? Belum. Industrinya sudah seperti Melbourne? Belum. Jadi di Indonesia industrinya masih di baby stage," ujarnya.
Alfred tak mau menyebut omset Watt Coffee, tapi, di Jakarta, menurutnya tempat-tempat minum kopi specialty sepertinya berpeluang untuk mendapat untung kotor dari mulai Rp100 juta bahkan sampai Rp1 miliar.
"Dari segi pangsa pasar, lihat saja size Jakarta, ada 15 juta penduduk. Yang pergi ke Giyanti, Tanamera berapa? Katakan ada 1000 orang atau 2000 orang per tempat, masak 1% dari 15 juta saja tidak dapat?"