Miliki Kos Eksklusif berjaringan THE LEGEND dan dapatkan passive income anda. Bisnis Kos dikelola oleh Manajemen. Anda tinggal terima hasil setiap bulan.
Showing posts with label yogya. Show all posts
Showing posts with label yogya. Show all posts
Monday, October 19, 2015
Melirik Untungnya Bisnis Kos kosan
Padang, kinciakincia.com-Melirik bisnis yang satu ini, memang kebanyakan orang akan enggan untuk berani memulainya, apalagi bagi yang berkantong 'tipis' karena bisa dibilang bisnis ini memerlukan modalyang tidak sedikit. Namun keuntungan yang menggiurkan tiap bulannya, membuat salah seorang Perencana Bisnis Damayanti mereferensikan peluang bisnis ini, sebagai lahan uang baik bagi yang bermodal cukup atau bermodal pas-pasan.
"Usaha Kos-kosan merupakan upaya menyewakan kamar kepada perorangan lebih yang dibayar setiap bulannya (biasanya awal bulan). Biasanya berada di kawasan perkantoran, pabrik, pertokoan maupun sekolah dan kampus, adalah target utama dari bisnis ini," paparnya pada kinciakincia.com
Lebih jauh Yanti, sapaan akrabnya mengatakan, bisnis Kos-kosan ini sangatlah mudah. Karena tidak memerlukan banyak tenaga dan fleksibel, terutama bagi yang super sibuk.
"Sederhananya, kita tinggal menyiapkan tempat (kamar) , mengisinya dengan perabot-perabot utama, dan memiliki tenaga 1-2 orang untuk menjaga sekaligus merawat tempat tersebut. Memiliki banyak kamar untuk disewakan tentunya akan lebih baik untuk mendongkrak penghasilan," tambahnya
PERSIAPAN AWAL
1. Lokasi
Cari lokasi yang tepat dan strategis di kawasan perkantoran, pertokoan, pabrik, sekolah maupun kampus, tidak harus bersebelahan namun memiliki akses yang mudah dijangkau. Usahakan memilih lokasi di pinggir jalan, jangan sampai lokasi yang berada di dalam gang.
Jika sudah ada bangunan di atasnya, tinggal merenovasi seperlunya untuk menekan pengeluaran. Namun jika berupa tanah, harus mengeluarkan modal lebih untuk membuat bangunan di atasnya.
"Keuntungannya, bisa membuat lebih banyak bangunan kamar di atasnya, dan menatanya serapi mungkin agar bisa menarik calon penghuni," ujarnya
2. Perijinan
Sebelum membuka usaha ini, sebaiknya melakukan perijinan untuk membuka Rumah Kos kepada pengurus lokasi kos-kosan setempat seperti RT/RW. Lakukan secara tertulis.
3. Bangunan dan Perlengkapannya
• Pasang fasilitas listrik, air, dan kamar mandi.
• Siapkan kamar yang berukuran standar, jangan terlalu sempit karena akan menimbulkan ketidak nyamanan penghuni, dan bisa saja penghuni akan beralih ke tempat lain.
• Siapkan fasilitas kamar seperti tempat tidur, lemari, meja dan kursi.
• Fasilitas pendukung tentunya akan memberi nilai 'plus' untuk usaha. Siapkan fasilitas pendukung seperti dapur, ruang tamu, telepon dan televisi (bila perlu).
4. Siapkan/ pasang aturan yang berlaku dalam Kos-kosan tersebut
Misalnya : Batas pemakaian alat-alat listrik, tamu yang datang/menginap, waktu pembayaran uang kost dan yang lainnya.
5. Tentukan tarif kos-kosan dengan melihat pasaran harga, fasilitas dan pelayanan yang diberikan.
6. Minta data diri penghuni kos-kosan berupa fotocopy KTP untuk arsip.
7. Ambilah tenaga untuk melakukan pengawasan lokasi, sekaligus untuk menjaga kebersihanlingkungannya.
8. Seiring waktu berjalan, bisa menambah fasilitas-fasilitas lain untuk meningkatkan 'ranking' tempat kos. Hal tersebut bisa dilakukan menyusul dan bertahap, sesuai kebutuhan
PERMODALAN
"Bagi yang bermodal tipis, bisa membeli sebuah lahan (sebaiknya sudah berupa bangunan untuk menekan pengeluaran) dengan memanfaatkan pinjaman dari bank. Atau bisa mengambil KPR. Jika terlalu lama, bisa mengambil utang usaha jangka pendek dengan jaminan sertifikat lahan yang beli tadi," paparnya
Nantinya dapat dibayar dengan angsuran bank tersebut dari uang kos-kosan yang diterima tiap bulannya. Diakuinya untuk awalnya memang berat karena nanti belum bisa secara langsung menikmati hasil usaha secara penuh karena harus mengangsur pinjaman Bank.
"Tetapi pada akhirnya properti tersebut nilainya akan terus meningkat bukan," ujarnya
Usaha lain yang bisa digabung dalam usaha ini
Selain uang kos dari sewa kamar yang terima tiap bulan, ada bisnis lain yang bisa dikembangkan sebagai menambah pemasukan dengan beberapa peluang usaha seperti :
1. Menyediakan layanan jasa Laundry
2. Menyediakan layanan jasa katering
3. Membuka warung kecil dengan menjual barang-barang kebutuhan sehari-hari seperti sabun mandi, sabun cuci, gula, kopi, teh dan lain sebagainya.
"Jadi bagi yang berniat untuk membuka usaha Kos-kosan bisa memulainya. Tentunya semua itu tidak bisa dilakukan semudah kita membalik tangan," pungkasnya.(kc/dw)
Wednesday, November 9, 2011
Rumah Kos Campur Diminati Mahasiswa di Semarang
Sabtu, 17 Januari 2009 | 12:37 WIB | Posts by: jps | Kategori: Berita Terkini, Jateng & Jogja | ShareThis
Semarang | SURYA Online - Di Kota Semarang dan sekitarnya, rumah kos yang dihuni jadi satu (campur) untuk laki-laki dan perempuan lebih diminati kaum muda, khususnya mahasiswa.“Tipe kos-kosan seperti itu seharusnya dihuni oleh para pekerja ataupun orang-orang yang sudah berumah tangga, dan harga yang ditawarkan para pemilik kos bisa dua kali lebih mahal daripada kos-kosan biasa yang mempunyai peraturan cukup ketat,” kata Jono, seorang pegawai yang bertugas mengelola rumah kos di daerah Tegalsari, Kota Semarang, Jumat.
Penghuni kos di sini memang didominasi mahasiswa, sedangkan yang sudah bekerja hanya sekitar 20 persennya saja. Padahal tarif bulanan per kamarnya antara Rp750 ribu sampai Rp1 juta, katanya.
Sementara beberapa mahasiswa baik dari perguruan tinggi negeri maupun swasta (PTN/PTS) di Semarang menyatakan hal yang sama bahwa tinggal di rumah kos dengan penghuni kos campur lebih menyenangkan ketimbang kos di rumah kos yang tarifnya lebih murah namun memiliki aturan lebih ketat.
Ranto (22), seorang mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Semarang mengatakan bahwa tipe rumah kos campur memang yang diinginkannya.
“Di sini tidak banyak aturan, mau pulang kapan saja oke, subuh juga tidak masalah, bahkan teman cewek masuk kamar juga tidak dilarang,” katanya.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh Yeny (19), mahasiswa PTS yang kos di daerah Sampangan, dia mengatakan bahwa kos di rumah kos yang tidak terlalu banyak aturan lebih menyenangkan ketimbang kos dengan banyak aturan yang ketat.
Yang lebih mengejutkan, pengakuan Yeny yang menyebutkan, sudah terbiasa tinggal satu kamar dengan pacarnya di tempat kosnya.
Berdasarkan pengakuan dari penghuni maupun penjaga kos di bilangan Sampangan, Tegalsari, Kedungmundu, Tlogosari, Sekaran, Bendanduwur, dan Banyumanik, pengawasan para pemilik rumah kos terhadap penghuni kos sangat kurang.
Menurut pengakuan mereka, kebanyakan pemilik rumah kos jarang datang ke rumah kos miliknya.
“Mereka juga tidak terlalu memikirkan keadaan kos-kosan yang biasanya sering digunakan untuk ‘kumpul bersama’ antara penghuni kos dengan pacarnya. Yang terpenting buat pemilik, penghuni bayar bulanannya tepat waktu,” kata Ani, mahasiswa PTN di Semarang.
Pengakuan yang sama juga diungkapkan oleh Ario, Bambang, Nugroho, dan Wiwin, keempatnya adalah mahasiswa sebuah PTS di Semarang.
Menurut mereka berempat, kalaupun ada penjaga kos mereka (penjaga) hanya menjaga pintu masuk, memperbaiki inventaris yang rusak, memperbaiki lorong kamar dan mengurusi urusan administrasi bagi penghuni kos.
Namun, tidak semua mahasiswa PTS/PTN di Kota Semarang menyenangi tinggal di rumah kos yang penghuninya campur dengan pengawasan amat lemah dari pemiliknya.
Menurut Tri Hapsari, mahasiswa sebuah PTN yang tinggal di daerah Tegalsari, masih banyak mahasiswa yang kos di rumah kos dengan pengawasan baik.
“Mereka kebanyakan memiliki tanggung jawab yang tinggi, baik pada dirinya sendiri, kedua orang tua yang memberi kepercayaan pada dirinya masing-masing, dan mereka tidak berbuat yang aneh-aneh,” katanya.
Rata-rata rumah kos dengan harga bulanan murah di Kota Semarang antara Rp200 ribu hingga Rp500 ribu./ant
Labels:
artis,
bisnis,
bisnis kos-kosan,
dijual kos,
investasi,
investasi kos-kosan,
kos jogja dijual,
kos yogyakarta,
kos-kosan,
mischa chandrawinata,
passive income,
properti,
rumah kos dijual,
untung,
yogya
Friday, April 30, 2010
Investasi Rumah Kos-Kosan
| Ditulis oleh arinosan |
| Kamis, 26 November 2009 19:55 |
| Rumah Kos sudah sejak lama menjadi lahan investasi bisnis yang menguntungkan dan masih tetap menarik hingga saat ini. Namun jika tidak cermat dan tidak tahu bagaimana memanfaatkan investasi ini, bisnis rumah kos bisa tidak berhasil. Rumah kos dapat menjadi passive income bagi sang pemilik tanpa harus mengeluarkan banyak dana. Misalnya jika sebuah rumah dibeli dengan cicilan, kita bisa mendapatkan biaya untuk membayar cicilan dengan menjadikannya rumah kos.
untuk mendapatkan info2 dan tips2
RUMAH/KOS JOGJA - PIN 28421001 PROPERTI JOGJA - PIN 237149DE TANAH DIJUAL JOGJA - PIN 5515EF65 Ada beberapa aspek yang harus diperhatikan dalam memulai bisnis rumah kos, yaitu : 1. Menggunakan Bank dalam pendanaan. Peranan bank disini adalah : * Sebagai sumber pendanaan * Sebagai rekan kerja yang membantu pengecekan dan keabsahan surat-surat rumah * Membantu mempermudah penghitungan biaya, termasuk biaya desain kamar yang dapat disesuaikan dengan budget. 2. Lokasi yang strategis. Lokasi disini tergantung pada pasar yang diinginkan. Apakah pasarnya karyawan, buruh atau mahasiswa. Jika pasarnya mahasiswa, carilah lokasi yang berada sedekat mungkin dengan kampus. Jika pasarnya karyawan, carilah lokasi di dekat daerah perkantoran. Strategis juga berarti mudah dijangkau dengan kendaraan umum. Jangan memilih lokasi yang rawan banjir! 3. Desain Semakin luas kamar, semakin banyak fasilitas maka akan semakin mahal harga sewa sebuah kamar kos. Sesuaikan desain kamar dengan luas bangunan dan perhatikan kenyamanan penyewa. 4. Faktor keamanan baik dari luar maupun dari dalam adalah faktor utama yang sangat penting untuk kelangsungan rumah kos. Jika sekali dikenal tidak aman, rumah kos akan langsung kehilangan pelanggan dan mempunyai citra yang buruk. Untuk mengatasi ancaman keamanan dari luar, rumah kos disarankan memiliki penjaga kos serta membuat peraturan-peraturan bagi penyewa kos agar tidak mengganggu lingkungan. Contohnya seperti : tidak menyalakan musik terlalu keras, tidak menerima tamu diatas pukul 22.00, dan sebagainya. Sedangkan untuk faktor keamanan dari dalam, pemilik kos harus menyeleksi calon penghuni kos agar tempat kosnya tidak menjadi sarang narkoba, tempat pelacuran dan sebagainya. Hal ini dapat dilakukan dengan cara meminta kartu identitas calon penghuni dan melapor keberadaan calon penghuni pada ketua RT setempat. Untuk meningkatkan pendapatan dari uang sewa kos, ada beberapa tips berikut: * Cobalah untuk meminimalkan penggunaan listrik dengan memilih market karyawan karena karyawan lebih banyak berada di kantor daripada di rumah kos, dibandingkan dengan mahasiswa. Penghematan listrik juga dapat dilakukan dengan membuat bak penampung air yang besar. * Untuk meningkatkan harga sewa kamar dengan memberikan fasilitas yang lebih dan bisa digunakan secara bersama seperti TV Cable, Hot Spot, dll * Bukalah usaha sampingan untuk menambah pemasukan, seperti : laundry service, warung makan atau catering untuk penghuni kos. Contoh Perhitungan Berinvestasi Pada Rumah Kos : Sebuah rumah dijual seharga Rp. 300.000.000. Rumah tersebut sebelumnya adalah rumah kos dengan 15 kamar yang telah tersewa semua. Harga sewa per kamar Rp. 400.000 per bulan. Anda ingin berinvestasi dengan membeli rumah kos tersebut, perhitungannya adalah sebagai berikut : DP Rp. 60.000.000 , Pinjaman Rp. 240.000.000 dengan KPR. Bunga 12%, cicilan Rp. 2.936.500 per bulan, jangka waktu pinjaman 15 tahun. Jika kamar disewakan, maka perhitungan keuntungan menjadi sebagai berikut. * Penghasilan penyewaan kamar : Rp. 400.000 x 15 kamar – Rp. 2.936.500 (cicilan/perbulan) = Rp. 3.063.500 per bulan * Biaya listrik, air dan kebersihan setiap bulan Rp. 1.500.000 * Keuntungan bersih : Rp. 3.813.500 – Rp. 1.500.000 = Rp. 1.563.500 Jika harga rumah kos semakin naik setiap tahun, maka keuntungan pun semakin bertambah. Tidak sulit dan sangat menarik karena dengan uang Rp. 60.000.000, Anda mendapatkan penghasilan tetap setiap bulan sebesar Rp. 1.563.500 atau 2,6% per bulan atau sebesar 31,2% per tahun. Nah, investasi yang menarik, bukan? Mulai pilihlah lokasi untuk investasi rumah kos Anda. (Patrik C/AS/vbn) |
Labels:
bisnis,
investasi,
kiyosaki,
kos,
kos-kosan,
passive income,
properti,
property,
rumah,
untung,
yogya,
yogyakarta
Subscribe to:
Posts (Atom)