Saturday, May 25, 2013

Bisnis RUmah Kos



Berdasarkan pembicaraan dengan pemilik rumah kos yang pada saat itu menjadi klien saya untuk proyek rumah kos, ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan pada saat anda memutuskan untuk memulai bisnis rumah kos.
  1. Lokasi Rumah Kos : sebaiknya dekat dengan tempat bekerja/perkantoran dan perdagangan atau kampus
  2. Target Penyewa : apakah pelajar atau pekerja, hal ini sangat berpengaruh dalam menentukan harga sewa dan luas unit .
  3. Survey dengan pesaing rumah kos yang sudah ada di daerah tersebut, dan bandingkan fasilitas yang mereka sediakan, seperti internet, layanan binatu atau kantin/warung
  4. Disain Arsitektur : sebisa mungkin disain disesuaikan dengan kemampuan klien ,meminimalkan biaya perawatan bangunan kelak serta menghemat penggunaan air dan energi(listrik) .
  5. Mengurus perizinan bangunan setempat, dan juga pajak-pajak retribusi daerah . Contohnya Pemilik rumah kost di atas 10 kamar di wilayah Jakarta Pusat mulai saat ini diwajibkan membayar pajak sebesar 10 persen dari uang sewa setiap bulannya .
  6. Menghitung pengeluaran rutin setiap bulannya, termasuk biaya listrik, air,biaya lingkungan dan keamanan,juga menyiapkan 10% dari total uang sewa untuk biaya tak terduga apabila kelak ada bagian bangunan yang memerlukan penggantian/renovasi .

Thursday, March 21, 2013

Rumah Kos, Pilihan Investasi Yang Menarik

Rumah Kos sudah sejak lama menjadi lahan investasi bisnis yang menguntungkan dan masih tetap menarik hingga saat ini. Namun jika tidak cermat dan tidak tahu bagaimana memanfaatkan investasi ini, bisnis rumah kos bisa tidak berhasil. Rumah kos dapat menjadi passive income bagi sang pemilik tanpa harus mengeluarkan banyak dana. Misalnya jika sebuah rumah dibeli dengan cicilan, kita bisa mendapatkan biaya untuk membayar cicilan dengan menjadikannya rumah kos.

Ada beberapa aspek yang harus diperhatikan dalam memulai bisnis rumah kos, yaitu :
Menggunakan Bank dalam pendanaan.Peranan bank disini adalah :
  1. Sebagai sumber pendanaan
  2. Sebagai rekan kerja yang membantu pengecekan dan keabsahan surat-surat rumah
  3. Membantu mempermudah penghitungan biaya, termasuk biaya desain kamar yang dapat disesuaikan dengan budget.

Lokasi yang strategis.

Lokasi disini tergantung pada pasar yang diinginkan. Apakah pasarnya karyawan, buruh atau mahasiswa. Jika pasarnya mahasiswa, carilah lokasi yang berada sedekat mungkin dengan kampus. Jika pasarnya karyawan, carilah lokasi di dekat daerah perkantoran. Strategis juga berarti mudah dijangkau dengan kendaraan umum. Jangan memilih lokasi yang rawan banjir!

Desain

Semakin luas kamar, semakin banyak fasilitas maka akan semakin mahal harga sewa sebuah kamar kos. Sesuaikan desain kamar dengan luas bangunan dan perhatikan kenyamanan penyewa.

Faktor keamanan
baik dari luar maupun dari dalam adalah faktor utama yang sangat penting untuk kelangsungan rumah kos. Jika sekali dikenal tidak aman, rumah kos akan langsung kehilangan pelanggan dan mempunyai citra yang buruk. Untuk mengatasi ancaman keamanan dari luar, rumah kos disarankan memiliki penjaga kos serta membuat peraturan-peraturan bagi penyewa kos agar tidak mengganggu lingkungan. Contohnya seperti : tidak menyalakan musik terlalu keras, tidak menerima tamu diatas pukul 22.00, dan sebagainya.
Sedangkan untuk faktor keamanan dari dalam, pemilik kos harus menyeleksi calon penghuni kos agar tempat kosnya tidak menjadi sarang narkoba, tempat pelacuran dan sebagainya. Hal ini dapat dilakukan dengan cara meminta kartu identitas calon penghuni dan melapor keberadaan calon penghuni pada ketua RT setempat.

Untuk meningkatkan pendapatan dari uang sewa kos, ada beberapa tips berikut:
  • Cobalah untuk meminimalkan penggunaan listrik dengan memilih market karyawan karena karyawan lebih banyak berada di kantor daripada di rumah kos, dibandingkan dengan mahasiswa. Penghematan listrik juga dapat dilakukan dengan membuat bak penampung air yang besar.
  • Untuk meningkatkan harga sewa kamar dengan memberikan fasilitas yang lebih dan bisa digunakan secara bersama seperti TV Cable, Hot Spot, dll
  • Bukalah usaha sampingan untuk menambah pemasukan, seperti : laundry service, warung makan atau catering untuk penghuni kos.

Contoh Perhitungan Berinvestasi Pada Rumah Kos :

Sebuah rumah dijual seharga Rp. 300.000.000. Rumah tersebut sebelumnya adalah rumah kos dengan 15 kamar yang telah tersewa semua. Harga sewa per kamar Rp. 400.000 per bulan. Anda ingin berinvestasi dengan membeli rumah kos tersebut, perhitungannya adalah sebagai berikut :

DP Rp. 60.000.000 , Pinjaman Rp. 240.000.000 dengan KPR. Bunga 12%, cicilan Rp. 2.936.500 per bulan, jangka waktu pinjaman 15 tahun. Jika kamar disewakan, maka perhitungan keuntungan menjadi sebagai berikut.
  • Penghasilan penyewaan kamar : Rp. 400.000 x 15 kamar – Rp. 2.936.500 (cicilan/perbulan) = Rp. 3.063.500 per bulan
  • Biaya listrik, air dan kebersihan setiap bulan Rp. 1.500.000
  • Keuntungan bersih : Rp. 3.813.500 – Rp. 1.500.000 = Rp. 1.563.500

Jika harga rumah kos semakin naik setiap tahun, maka keuntungan pun semakin bertambah.
Tidak sulit dan sangat menarik karena dengan uang Rp. 60.000.000, Anda mendapatkan penghasilan tetap setiap bulan sebesar Rp. 1.563.500 atau 2,6% per bulan atau sebesar 31,2% per tahun. Nah, investasi yang menarik, bukan? Mulai pilihlah lokasi untuk investasi rumah kos Anda.

Thursday, February 28, 2013

Bisnis Rumah Kost Plus-Plus

Bisnis rumah kost memang cukup menggiurkan, namun persaingannya pun semakin ketat. Salah satu strategi yang bisa diterapkan adalah membuat rumah kost plus-plus. Maksudnya?

Akses internet telah menjadi kebutuhan primer bagi sebagian besar pengguna kost. Baik dari kalangan mahasiswa, apalagi para pekerja kantoran.

Hal ini rupanya menggelitik peluang pebisnis rumah kost dengan memberikan layanan plus-plus. Fasilitas hunian 'premium' ini mencakup AC, tempat tidur spring bed, kamar mandi pribadi per kamar, TV, serta yang paling penting koneksi Wi-Fi gratis.

Sayangnya, meski kebutuhan akan akses internet dirasakan hampir semua kalangan, rumah kost plus-plus semacam itu masih terbilang mahal. Harga yang ditawarkan mulai dari Rp 1.000.000 per bulan bisa membuat calon penghuni kost pikir dua-tiga kali sebelum memilih.

Kenapa harganya mahal? Beberapa pemilik kost mengakui, salah satu faktor yang menyebabkan harga mahal adalah biaya akses internet yang mereka sediakan.

Padahal hal itu tak seharusnya terjadi. Pengelola rumah kost sebenarnya bisa memanfaatkan paket wireless modem router berharga murah yang ditawarkan operator telekomunikasi. Tak jarang, paket modem router nirkabel itu juga termasuk biaya berlangganan akses internet yang terbilang ekonomis.

Nah, dalam memilih operator yang akan digunakan, pemilik kost perlu memperhatikan teknologi yang disandang operator tersebut. Salah satu pilihan yang cukup menggiurkan adalah koneksi berbasis CDMA 2000 1x Rev.A pada frekuensi 1900 MHz dari operator Smart Telecom. Jaringan CDMA 2000 1x Rev.A mampu menyediakan kemampuan koneksi yang lebih baik dari Digital Subscriber Line maupun broadband cable yang ada.

Selain teknologinya, tentu pemilik kost perlu memperhatikan paket yang ditawarkan. Paket dengan kisaran harga Rp 290 ribu per bulan (Platinum) hingga Rp 360 ribu per bulan (Ultimate) ditambah bonus koneksi gratis selama 12 bulan jelas merupakan tawaran yang menarik.
consolidating student loans

Thursday, October 11, 2012

Ketahui Kelebihan dan Kekurangan Bisnis Rumah Kontrakan dengan Kos-Kosan


Bagi Anda yang berniat terjun ke bisnis properti sewa dan masih bimbang untuk memilih antara menyewakan rumah kontrakan atau kos-kosan, artikel ini akan menyajikan referensi yang mungkin Anda butuhkan. Apa saja kelebihan dan kekurangan bisnis properti sewa rumah kontrakan dibandingkan membuka kos-kosan.

Menyewakan / mengontrakkan rumah atau dan membuka kos-kosan adalah salah satu bentuk investasi properti yang tergolong mudah dan memiliki prospek cerah. Sebab bisnis ini sama-sama relatif memiliki permintaan yang tinggi. Rumah kontrakan sewa sangat diminati di kawasan tengah berkembang, sementara bisnis kos-kosan sangat menjanjikan di daerah dekat pusat perbelanjaan, perkantoran dan kampus.

untuk mendapatkan info2 dan tips2 
KOS JOGJA - PIN 28421001 
PROPERTI JOGJA - PIN 237149DE 
TANAH DIJUAL JOGJA - PIN 5515EF65

Kelebihan Bisnis Rumah Kontrakan


1. Rumah kontrakan memiliki tingkat permintaan (demand) yang tinggi bila lokasinya berada di daerah-daerah berkembang. Misalnya akses yang dekat pusat perbelanjaan, mall dan sebagainya.

2. Setiap tahunnya harga sewa rumah akan meningkat seiring dengan naiknya nilai pasaran rumah. Biasanya harga sewa rumah per tahun adalah sekitar 5% dari harga rumah. Sebagai contoh, harga rumah yang Anda miliki adalah Rp 600 juta, maka harga sewa per-tahun yang ideal adalah sekitar Rp 30 juta.

3. Bila kondisi perekonomian stabil, harga sewa rumah bisa naik menjadi 10 s/d 15% per tahun tergantung pada kondisi lingkungan. Jika di kawasan tersebut jarang ditemui rumah kosong, kenaikan harga sewa bisa mencapai 15% per tahun.

Kekurangan Bisnis Rumah Kontrakan


1. Pemiliki rumah perlu memilih penyewa yang terpercaya. Sebab tak jarang rumah yang disewakan malah menjadi rusak dan tak terawat saat disewakan pada penyewa yang kurang bertanggungjawab.

2. Pemilik harus menyiapkan dana untuk perawatan rumah setelah disewakan. Alasannya, sebagian besar penyewa berpikir bahwa rumah yang ia sewa bukan miliknya, sehingga bisa saja para penyewa kurang menjaga kondisi dan kualitas rumah.

3. Jika dibandingkan dengan kos-kosan, capitalization rate rumah kontrakan lebih rendah. Capitalization rate adalah penghasilan bersih yang dapat diterima dari sebuah aset dan biayanya. Ini disebabkan harga sewa rumah kontrakan sudah ditentukan sejak awal perjanjian dan tidak ada biaya tambahan lainnya dari pemiliki rumah.

Kelebihan Bisnis Kos-kosan


1. Tingkat permintaaan (demand) yang tinggi terhadap kos-kosan terutama di daerah yang dekat dengan kampus, pusat perbelanjaan dan perkantoran. Target pasar lebih luas, mulai dari mahasiswa hingga pegawai kantoran.

2. Capitalization rate rumah kos-kosan mencapai 5 s/d 7%, dimana jumlah ini lebih tinggi bila dibandingkan dengan sewa rumah kontrakan. Sebab, kos-kosan dapat memberikan servis tambahan bagi penghuninya, seperti jasa tukang cuci dan setrika atau penjaga kos.

Kekurangan Bisnis Kos-kosan


1. Pemilik kos harus menyiapkan tenaga khusus yang bertugas mengatur dan melayani kebutuhan penghuni kos. Semua itu tentu saja memerlukan perhatian yang lebih dari pemilik rumah kos.

2. Pembayaran kos yang kadang terlambat. Hal ini umumnya terjadi jika penghuni kos adalah mahasiswa atau pegawai dengan gaji yang tidak terlalu besar.

Pilihlah bisnis properti sewa yang paling sesuai dengan kebutuhan dan budget Anda, atau bahkan jika perlu, pilih keduanya sekaligus. Selamat berinvestasi.

Sunday, September 9, 2012

Bisnis Rumah Kos-kosan
Risza Bambang - detikFinance

Jakarta - Pertanyaan: Dengan hormat, Rekan saya menawarkan sebuah rumah kos di kawasan perkantoran seharga Rp 600 juta. Kapasitas kamar 13 dengan tingkat hunian 100%, rata-rata sewanya Rp 550 ribu per bulan. Pertanyaannya adalah: 1. Apakah ini pantas untuk dijadikan investasi untuk jangka waktu 5 tahun? 2. Apa saja yang harus saya perhitungkan dalam membuat bisnis kos-kosan?


SILAHKAN INVITE
untuk mendapatkan info2 dan tips2 
RUMAH/KOS JOGJA - PIN 28421001 
PROPERTI JOGJA - PIN 237149DE 
TANAH DIJUAL JOGJA - PIN 5515EF65

Jawaban: 1. Untuk menentukan apakah peluang ini merupakan penawaran investasi yang menarik atau tidak, maka Anda harus menghitung dengan cermat Cost Benefit-nya. Secara sekilas berdasarkan informasi yang Anda berikan maka : a. Proyeksi Pendapatan Kotor dari Kos-kosan setahun adalah 550rb x 12 x 13 = 85,8juta. b. Asumsikan Pengeluaran untuk Pengelolaan Bisnis Kos-kosanan seperti Pengurus Kos, Penjaga Keamanan Kos, Pembantu, Lingkungan, PBB, Sampah, Listrik, Air, Telpon, Perawatan dan Perbaikan Rumah Kos akan membutuhkan +/- 30% dari Pendapatan. c. Pajak Rumah Sewa adalah 10% final d. Diasumsikan tidak perlu membeli furnitur lagi e. Jangka waktu BEP adalah 600juta / (60% x 85.8juta) = 600 jt / 51,48jt = +/- 12 tahun. f. Kenaikan harga tanah misalnya 10% per thn (sesuai rata-rata kenaikan NJOP dalam beberapa tahun terakhir) g. Penurunan Nilai Bangunan sangat tergantung pada kondisi bangunan dari rumah kos saat ini. Berdasarkan perhitungan di atas maka sebaiknya bangunan ini bisa bertahan dalam jangka waktu minimal 12 tahun lagi tanpa perlu direnovasi secara besar-besaran. h. Sebaiknya dicari tahu mengenai perkembangan nilai pasar dari properti ini, jika mempunyai kemungkinan yang besar bahwa nilai properti akan meningkat secara pesat maka ini bisa jadi pertimbangan bisnis yangmenarik. Jadi dalam berinvestasi rumah kos2an maka kita harus juga memperhatikan Profit dari Kenaikan Modal, tidak hanya dari Hasil Sewa saja. Dengan kata lain jika dalam 5 tahun lagi harga rumah akan menjadi 2 x lipat maka Total Keuntungan kita adalah Total Pendapatan Bersih atas Sewa selama 5 tahun + Selisih Jual Beli dari Properti. Namun janganlah lupa bahwa Jual Beli Properti akan terkena Pajak Jual Beli, Biaya Notaris/AJB, BBN dan komisi jika ada. Jadi jika dijual maka Anda harus pertimbangkan Biaya saat Membeli dan juga Biaya saat Menjual. Yang harus diperhatikan dalam pengelolaan Kos-kosan selain yang disebutkan di atas, maka Anda juga harus mempertimbangkan beberapa hal misalnya : 1. Pesaing yang sudah menjalankan bisnis serupa dalam jangka waktu yang lama (pesaing berpengalaman), Pesaing yang punya Rumah Kos-kosan lebih menarik dan bagus, Pesaing yang dekat dengan Kos-kosan atau Pesaing yang harga sewanya lebih murah dsb. 2. Potensi Pasar dari Bisnis Kos-kosanan di daerah tersebut. Bisa diamati dengan melihat Perkantoran yang terdapat di sekitar kos-kosan, universitas atau Akademi atau Sekolah Tinggi yang ada di seputar kos-kosan, atau mungkin Tempat Belanja dsb 3. Kondisi Lingkungan dan Alur Lalu Lintas di sekitar Kos-kosan, apakah dekat dengan Jalan Raya, Macet atau Tidak, Bikin Suasana jadi Bising atau Ribut, dsb. 4. Ancaman Bencana misalnya Daerah Banjir Musiman, Daerah Aliran Sungai, dekat Pembuangan Sampah, ada Sungai yang Tidak Mengalir dan kotor dsb. 5. Keamanan Lingkungan 6. Fasilitas Eksternall yang terdapat di sekitar (tapi bukan menjadi tetangga), misalnya Perbelanjaan, Rumah Sakit, Pos Polisi, Pom Bensin, Toko Kelontong, Restoran atau Warung Makan dsb. 7. Fasilitas Internal seperti misalnya Sapu dan Pel kamar, Cuci Baju, Transportasi, Internet, TV Kabel, Telpon, Sarapan Pagi dsb. Selamat berbisnis Risza Bambang-Shildt Financial Planning (qom/qom)

Friday, June 15, 2012

CARA MEMULAI USAHA BISNIS KAFE GAUL SECARA DETAIL

CARA MEMULAI USAHA BISNIS KAFE GAUL SECARA DETAIL

A. PELUANG BISNIS
Usaha kafe ini cukup potensial, kamu sekarang dapat melihat betapa gemarnya anak muda atau mereka yang tidak muda lagi nongkrong di kafe, baik mereka yang mau mengisi perut, mengadakan pertemuan bisnis (sering pertemuan bisnis atau hanya nongkrong saja sambil ngerumpi. Usaha kafe ini akan semakin menarik jika kamu tahu selera anak muda, misalnya dalam menghias ruangan kafemu seperti apa serta fasilitas pelengkap yang tersedia. Menurut informasi yang ada, keuntungan yang didapat dari mengelola makanan ini bisa mencapai 100% dari modal awal.



B. MEMULAI USAHA
Ada beberapa hal yang bisa kamu ikuti ketika memulai bisnis ini, di antaranya sebagai berikut.

1. Persiapan tempat kamu perlu mencari tempat yang strategis, agar ramai dikunjungi pelanggan

2. Persiapan promosi. Lakukan promosi menarik pada saat pembukaan kafe.

3. Persiapan SDM. Kamu pasti kerepotan sendiri dalam mengelola sebuah kafe. Kamu dapat mengajak teman yang mempunyai banyak waktu luang untuk bergabung. Bisa juga merekrut anak muda yang putus sekolah untuk membantu, hitung-hitung beramal juga kan!

4. Persiapan waktu. Sadarilah bahwa usaha ini membutuhkan waktu yang banyak. Namun, jika usaha yang sudah stabil, dapat didelegasikan pada orang lain jika kamu punya kesibukan yang lain.

5. Persiapan modal. Siapkan modal yang  cukup untuk perkembangan kafemu. Tidak perlu terburu-buru mendapatkan untung yang besar jika kamu nggak punya modal besar, slowly but sure. kamu bisa bekerja sama dengan teman yang punya kelebihan dalam hal finansial.

- See more at: http://getbisnis.com/cara-memulai-usaha-bisnis-kafe-gaul-secara-detail/#sthash.qbh6eJt4.dpuf

Friday, June 8, 2012

Bisnis Rumah Kos-kosan

Assalamualaikum wr wb

Artikel ini saya dapat dari Detik.com Guna pembelajaran untuk diri saya pribadi maupun yang membaca blog ini. Dengan mengcoppas nya disini semoga ke depan saya bisa punya Rumah Kos-kosan seperti maksud artikel ini. He.he.he...Amin. Boleh dooong buat Dreams. Berikut Petikannya...

Dengan hormat, Rekan saya menawarkan sebuah rumah kos di kawasan perkantoran seharga Rp 600 juta. Kapasitas kamar 13 dengan tingkat hunian 100%, rata-rata sewanya Rp 550 ribu per bulan.

Pertanyaannya adalah:

1. Apakah ini pantas untuk dijadikan investasi untuk jangka waktu 5 tahun?
2. Apa saja yang harus saya perhitungkan dalam membuat bisnis kos-kosan?


SILAHKAN INVITE
untuk mendapatkan info2 dan tips2 
RUMAH/KOS JOGJA - PIN 28421001 
PROPERTI JOGJA - PIN 237149DE 
TANAH DIJUAL JOGJA - PIN 5515EF65

Jawaban:


1. Untuk menentukan apakah peluang ini merupakan penawaran investasi yang menarik atau tidak, maka Anda harus menghitung dengan cermat Cost Benefit-nya. Secara sekilas berdasarkan informasi yang Anda berikan maka :

a. Proyeksi Pendapatan Kotor dari Kos-kosan setahun adalah 550rb x 12 x 13 = 85,8juta.

b. Asumsikan Pengeluaran untuk Pengelolaan Bisnis Kos-kosanan seperti Pengurus Kos, Penjaga Keamanan Kos, Pembantu, Lingkungan, PBB, Sampah, Listrik, Air, Telpon, Perawatan dan Perbaikan Rumah Kos akan membutuhkan +/- 30% dari Pendapatan.

c. Pajak Rumah Sewa adalah 10% final

d. Diasumsikan tidak perlu membeli furnitur lagi

e. Jangka waktu BEP adalah 600juta / (60% x 85.8juta) = 600 jt / 51,48jt = +/- 12 tahun.

f. Kenaikan harga tanah misalnya 10% per thn (sesuai rata-rata kenaikan NJOP dalam beberapa tahun terakhir)

g. Penurunan Nilai Bangunan sangat tergantung pada kondisi bangunan dari rumah kos saat ini. Berdasarkan perhitungan di atas maka sebaiknya bangunan ini bisa bertahan dalam jangka waktu minimal 12 tahun lagi tanpa perlu direnovasi secara besar-besaran.

h. Sebaiknya dicari tahu mengenai perkembangan nilai pasar dari properti ini, jika mempunyai kemungkinan yang besar bahwa nilai properti akan meningkat secara pesat maka ini bisa jadi pertimbangan bisnis yangmenarik. Jadi dalam berinvestasi rumah kos2an maka kita harus juga memperhatikan Profit dari Kenaikan Modal, tidak hanya dari Hasil Sewa saja.

Dengan kata lain jika dalam 5 tahun lagi harga rumah akan menjadi 2 x lipat maka Total Keuntungan kita adalah Total Pendapatan Bersih atas Sewa selama 5 tahun + Selisih Jual Beli dari Properti.

Namun janganlah lupa bahwa Jual Beli Properti akan terkena Pajak Jual Beli, Biaya Notaris/AJB, BBN dan komisi jika ada. Jadi jika dijual maka Anda harus pertimbangkan Biaya saat Membeli dan juga Biaya saat Menjual.

Yang harus diperhatikan dalam pengelolaan Kos-kosan selain yang disebutkan di atas, maka Anda juga harus mempertimbangkan beberapa hal misalnya :

1. Pesaing yang sudah menjalankan bisnis serupa dalam jangka waktu yang lama (pesaing berpengalaman), Pesaing yang punya Rumah Kos-kosan lebih menarik dan bagus, Pesaing yang dekat dengan Kos-kosan atau Pesaing yang harga sewanya lebih murah dsb.

2. Potensi Pasar dari Bisnis Kos-kosanan di daerah tersebut. Bisa diamati dengan melihat Perkantoran yang terdapat di sekitar kos-kosan, universitas atau Akademi atau Sekolah Tinggi yang ada di seputar kos-kosan, atau mungkin Tempat Belanja dsb

3. Kondisi Lingkungan dan Alur Lalu Lintas di sekitar Kos-kosan, apakah dekat dengan Jalan Raya, Macet atau Tidak, Bikin Suasana jadi Bising atau Ribut, dsb.

4. Ancaman Bencana misalnya Daerah Banjir Musiman, Daerah Aliran Sungai, dekat Pembuangan Sampah, ada Sungai yang Tidak Mengalir dan kotor dsb.

5. Keamanan Lingkungan

6. Fasilitas Eksternall yang terdapat di sekitar (tapi bukan menjadi tetangga), misalnya Perbelanjaan, Rumah Sakit, Pos Polisi, Pom Bensin, Toko Kelontong, Restoran atau Warung Makan dsb.

7. Fasilitas Internal seperti misalnya Sapu dan Pel kamar, Cuci Baju, Transportasi, Internet, TV Kabel, Telpon, Sarapan Pagi dsb.


Sumber : Risza Bambang - detikfinance

Salam Sukses