Friday, April 30, 2010

Investasi Rumah Kos-Kosan

Ditulis oleh arinosan
Kamis, 26 November 2009 19:55
Rumah Kos sudah sejak lama menjadi lahan investasi bisnis yang menguntungkan dan masih tetap menarik hingga saat ini. Namun jika tidak cermat dan tidak tahu bagaimana memanfaatkan investasi ini, bisnis rumah kos bisa tidak berhasil. Rumah kos dapat menjadi passive income bagi sang pemilik tanpa harus mengeluarkan banyak dana. Misalnya jika sebuah rumah dibeli dengan cicilan, kita bisa mendapatkan biaya untuk membayar cicilan dengan menjadikannya rumah kos.

untuk mendapatkan info2 dan tips2 
RUMAH/KOS JOGJA - PIN 28421001 
PROPERTI JOGJA - PIN 237149DE 
TANAH DIJUAL JOGJA - PIN 5515EF65

Ada beberapa aspek yang harus diperhatikan dalam memulai bisnis rumah kos, yaitu :

1. Menggunakan Bank dalam pendanaan. Peranan bank disini adalah :
* Sebagai sumber pendanaan
* Sebagai rekan kerja yang membantu pengecekan dan keabsahan surat-surat rumah
* Membantu mempermudah penghitungan biaya, termasuk biaya desain kamar yang dapat disesuaikan dengan budget.


2. Lokasi yang strategis.
Lokasi disini tergantung pada pasar yang diinginkan. Apakah pasarnya karyawan, buruh atau mahasiswa. Jika pasarnya mahasiswa, carilah lokasi yang berada sedekat mungkin dengan kampus. Jika pasarnya karyawan, carilah lokasi di dekat daerah perkantoran. Strategis juga berarti mudah dijangkau dengan kendaraan umum. Jangan memilih lokasi yang rawan banjir!


3. Desain
Semakin luas kamar, semakin banyak fasilitas maka akan semakin mahal harga sewa sebuah kamar kos. Sesuaikan desain kamar dengan luas bangunan dan perhatikan kenyamanan penyewa.


4. Faktor keamanan baik dari luar maupun dari dalam adalah faktor utama yang sangat penting untuk kelangsungan rumah kos. Jika sekali dikenal tidak aman, rumah kos akan langsung kehilangan pelanggan dan mempunyai citra yang buruk. Untuk mengatasi ancaman keamanan dari luar, rumah kos disarankan memiliki penjaga kos serta membuat peraturan-peraturan bagi penyewa kos agar tidak mengganggu lingkungan. Contohnya seperti : tidak menyalakan musik terlalu keras, tidak menerima tamu diatas pukul 22.00, dan sebagainya.
Sedangkan untuk faktor keamanan dari dalam, pemilik kos harus menyeleksi calon penghuni kos agar tempat kosnya tidak menjadi sarang narkoba, tempat pelacuran dan sebagainya. Hal ini dapat dilakukan dengan cara meminta kartu identitas calon penghuni dan melapor keberadaan calon penghuni pada ketua RT setempat.



Untuk meningkatkan pendapatan dari uang sewa kos, ada beberapa tips berikut:

* Cobalah untuk meminimalkan penggunaan listrik dengan memilih market karyawan karena karyawan lebih banyak berada di kantor daripada di rumah kos, dibandingkan dengan mahasiswa. Penghematan listrik juga dapat dilakukan dengan membuat bak penampung air yang besar.

* Untuk meningkatkan harga sewa kamar dengan memberikan fasilitas yang lebih dan bisa digunakan secara bersama seperti TV Cable, Hot Spot, dll


* Bukalah usaha sampingan untuk menambah pemasukan, seperti : laundry service, warung makan atau catering untuk penghuni kos.



Contoh Perhitungan Berinvestasi Pada Rumah Kos :
Sebuah rumah dijual seharga Rp. 300.000.000. Rumah tersebut sebelumnya adalah rumah kos dengan 15 kamar yang telah tersewa semua. Harga sewa per kamar Rp. 400.000 per bulan. Anda ingin berinvestasi dengan membeli rumah kos tersebut, perhitungannya adalah sebagai berikut :

DP Rp. 60.000.000 , Pinjaman Rp. 240.000.000 dengan KPR. Bunga 12%, cicilan Rp. 2.936.500 per bulan, jangka waktu pinjaman 15 tahun. Jika kamar disewakan, maka perhitungan keuntungan menjadi sebagai berikut.

* Penghasilan penyewaan kamar : Rp. 400.000 x 15 kamar – Rp. 2.936.500 (cicilan/perbulan) = Rp. 3.063.500 per bulan
* Biaya listrik, air dan kebersihan setiap bulan Rp. 1.500.000
* Keuntungan bersih : Rp. 3.813.500 – Rp. 1.500.000 = Rp. 1.563.500



Jika harga rumah kos semakin naik setiap tahun, maka keuntungan pun semakin bertambah.
Tidak sulit dan sangat menarik karena dengan uang Rp. 60.000.000, Anda mendapatkan penghasilan tetap setiap bulan sebesar Rp. 1.563.500 atau 2,6% per bulan atau sebesar 31,2% per tahun.
Nah, investasi yang menarik, bukan? Mulai pilihlah lokasi untuk investasi rumah kos Anda.

(Patrik C/AS/vbn)

BISNIS KOS BISNIS MENJANJIKAN

Selamat Datang di Kota "Kos-kosan"

Minggu, 21 Februari 2010 | 02:33 WIB

Wajah Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, telah berubah. Sejak disulap menjadi kawasan pendidikan tahun 1980-an, kampus-kampus megah dan ribuan tempat kos bermunculan. Simbol masyarakat urban, seperti mal, hotel, kafe, bioskop 21, dan pusat kebugaran, telah hadir di sana. Budi Suwarna & Yulia Sapthiani
Malam mulai merayap di Jatinangor, Rabu (17/2) lalu. Jatinangor Town Square (Jatos), mal terbesar yang berdiri tahun 2006 dan kini menjadi ikon Jatinangor, tampak gemerlap. Pengunjung yang sebagian besar mahasiswa masuk dan keluar mal itu. Ada yang berbelanja kebutuhan sehari-hari, ada yang sekadar nongkrong di kafe sambil berselancar di dunia maya.


untuk mendapatkan info2 dan tips2 
RUMAH/KOS JOGJA - PIN 28421001 
PROPERTI JOGJA - PIN 237149DE 

TANAH DIJUAL JOGJA - PIN 5515EF65

Hingga awal 1990-an, wajah kota semacam itu barangkali belum terbayangkan. Maklum, Jatinangor saat itu masih berupa kampung yang gelap dan seram pada malam hari. Sebagian wilayahnya berupa permukiman, sawah, dan tegalan yang ditumbuhi rumpun bambu.
Bangunan besar dan megah hanya ada di kampus Universitas Padjadjaran (Unpad), Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN)—dulu STPDN—Institut Manajemen Koperasi Indonesia (Ikopin), dan Universitas Winaya Mukti (Unwim).
Sekarang, fasilitas penunjang hidup masyarakat urban berdiri berjejer sepanjang Jalan Raya Jatinangor mulai perbatasan Cileunyi (Kabupaten Bandung) hingga kampus Unpad yang jaraknya sekitar 3 kilometer. Selain Jatos, ada Hotel Jatinangor, Hotel Puri Khatulistiwa, lapangan futsal, kafe, restoran, toko laptop, kompleks perumahan untuk kelas menengah ke atas, dan sebentar lagi akan dibangun apartemen.
Roda pembangunan juga merangsek masuk ke kampung- kampung. Areal persawahan tiba-tiba ditumbuhi kos-kosan megah. Di jalan masuk Desa Hegarmanah, ada Pondok Casa Elegante. Kos-kosan berlantai empat dengan arsitektur minimalis itu lebih mirip hotel. Bayangkan, kamarnya berjumlah 90 ditambah delapan kios permanen di lantai dasar.
Fasilitas yang disediakan pun mendekati hotel berbintang. Kamar berukuran sekitar 4 meter x 4 meter dilengkapi tempat tidur, meja, lemari, kamar mandi yang kerannya mengalirkan air hangat, dan jaringan internet. Pengelola juga menyediakan lahan parkir mobil.
Ima (29), pengelola Casa Elegante, mengatakan, sejak dibuka tahun lalu, semua kamar langsung terisi penuh. Bahkan, empat dari delapan kios disewa mahasiswa untuk tempat tinggal. Padahal, untuk ukuran Jatinangor, tarif kos di sana cukup tinggi, yakni Rp 8 juta per tahun untuk kamar standar dan 12 juta untuk kamar VIP.
Rumah-rumah kos megah juga mudah ditemukan di Caringin. Salah satunya Wisma Dara yang menyediakan 117 kamar kos, empat di antaranya kelas VIP. Kos- kosan yang didirikan tahun 1996 ini juga dilengkapi perabot lengkap, kamar mandi, internet, tempat parkir luas, dan keamanan 24 jam penuh.
”Tarifnya Rp 5 juta per tahun untuk kamar standar dan Rp 7 juta per tahun untuk VIP,” kata Agus Wawan (42), pengelola Wisma Dara.
Bisnis kos-kosan di Jatinangor memang cukup menggiurkan. Hampir semua kos-kosan penuh penghuni. Menurut Agus, dalam 10 tahun, pemilik Wisma Dara sudah bisa kembali modal.
Inilah yang membuat orang demam membuat kos-kosan di Jatinangor sejak tahun 1990-an. ”Bupati, mantan bupati, gubernur, mantan gubernur, dan tentara berpangkat tinggi dari sejumlah daerah berebut membangun tempat kos-kosan di sini. Pengelolaannya diserahkan kepada orang lain,” kata Supriatna, seniman yang tinggal di Jatinangor sejak 1975.
Warga Jatinangor pun ikut-ikutan menyewakan kamar rumahnya. ”Mereka rela tinggal satu kamar untuk satu keluarga karena kamar lainnya dijadikan kos-kosan. Tidak jelas lagi mana yang kos, mana pemilik rumah,” ujar Supriatna sambil tertawa.
Melayani mahasiswa
Sejak tumbuh menjadi kawasan pendidikan, Jatinangor memang seperti gula yang mengundang semut. Puluhan ribu mahasiswa baru datang ke sana setiap tahun. Mereka merupakan pasar yang menggiurkan. Tidak heran, hampir semua bisnis yang muncul di Jatinangor diciptakan untuk memanjakan mahasiswa.
Untuk makan, misalnya, mahasiswa kos tinggal memesan melalui SMS ke pemilik rumah makan. Dalam beberapa menit, makanan yang dipesan akan diantar ke kamarnya. Pedagang gehu (goreng tahu) pun siap memberikan layanan serupa. Inilah yang membuat mahasiswa kian betah tinggal di Jatinangor.
Apa kata mahasiswa tentang semua itu? Zakiah Rosa (20), mahasiswa semester 6 Fakultas Kedokteran Unpad, mengatakan, fasilitas yang ada di Jatinangor masih kurang. ”(Masak) tempat hiburan cuma Jatos saja,” katanya.
Namun, dengan perkembangan yang ada sekarang saja, Jatinangor sesungguhnya sudah terasa semrawut. Mengapa? Karena pembangunan terkesan dilakukan serba serampangan. Kampus didirikan, tetapi sarana transportasi tidak. Mal dan hotel dibangun, tetapi saluran air dan tempat pejalan kaki tidak.
Di mata planolog dari ITB, Andi Oetomo, yang pernah meneliti tentang Jatinangor, kawasan pendidikan yang ideal di Jatinangor sudah sulit diwujudkan. Meski demikian, bukan berarti pembangunan di sana tidak bisa dikontrol lagi.
Di luar kesemrawutan, pembangunan Jatinangor juga memunculkan persoalan sosial dan budaya. Itu terjadi karena mahasiswa dibiarkan hidup di dunianya sendiri. Sementara itu, di sekitar mereka, ”warga asli” Jatinangor juga hidup dengan dunia dan problematikanya sendiri.
”Kami tidak saling kenal meski kami hidup berdampingan,” kata Supriatna. (REK)

AYO BISNIS KOS-KOSAN

Rambah Bisnis Kos-kosan

untuk mendapatkan info2 dan tips2 
RUMAH/KOS JOGJA
PROPERTI JOGJA
TANAH DIJUAL JOGJA 
- PIN 5A95B6F3


SETELAH sukses dengan karirnya di dunia hiburan. Bintang film Mischa Chandrawinata mencoba keberuntungannya di dunia bisnis. Artis kelahiran Hannover, 29 Maret 1987 tersebut mengikuti jejak kakaknya, Nadine Chandrawinata yang lebih dulu merambah bisnis salon kecantikan di bilangan Pondok Indah, Jakarta. "Cue mau coba bisnis kos-kosan di Bumi Serpong Damai (BSD), "ucap Mischa di Pondok Indah. Jakarta, kemarin.
Ketertarikan bintang sinetron Pangeran Pengoda mencoba keberuntungannya di dunia bisnis bukan karena latah mengikuti sejumlah selebritis lain. Namun, Mischa sapaan akrabnya, meyakini tidak selamanya karir di dunia hiburan bisa terus cemerlang. Tentunya ada masa pasang surut bermain di depan kamera. "Kalau di dunia akting kan ada masa pensiunnya. Di mana kita bisa nggak dipakai lagi. Makanya, kita harus siapkan sejak dini. Apalagi sekarang usia gue masih muda, harus selalu memanfaatkan peluang yang ada," papar bintang sinetron Inikah Rasanya itu.
Mischa yakin, bisnis kos-kosan tidak akan mengalami pasang surut seperti halnya butik atau distro. Apalagi kebutuhan hunian seperti halnya kos-kosan sangat diminati sejumlah masyarakat khususnya mahasiswa yang lokasi rumahnya jauh dan kampusnya." Yang gue tahu nantinya itu sebagian besar kampus di Jakarta akan pindah di BSD. di sana sudah disiapkan lahan seluas 300 hektar dan gue berencana buka kos-kosan murah di sana. Cue sudah survei ke sana, tinggal persetujuan bokap saja," pungkasnya, (ash)

Prospek Bisnis Rumah Kos kosan Bag 1



Jika anda ditawarkan sebuah rumah kos di kawasan perkantoran seharga Rp 600 juta. Kapasitas kamar 13 dengan tingkat hunian 100%, rata-rata sewanya Rp 550 ribu per bulan.
untuk mendapatkan info2 dan tips2 
RUMAH/KOS JOGJA - PIN 28421001 
PROPERTI JOGJA - PIN 237149DE 
TANAH DIJUAL JOGJA - PIN 5515EF65

Pertanyaannya adalah:

1. Apakah ini pantas untuk dijadikan investasi untuk jangka waktu 5 tahun?

2. Apa saja yang harus kita perhitungkan dalam membuat bisnis kos-kosan?


Jawaban:


1. Untuk menentukan apakah peluang ini merupakan penawaran investasi yang menarik atau tidak, maka Anda harus menghitung dengan cermat Cost Benefit-nya. Secara sekilas berdasarkan informasi yang Anda berikan maka :

a. Proyeksi Pendapatan Kotor dari Kos-kosan setahun adalah 550rb x 12 x 13 = 85,8juta.

b. Asumsikan Pengeluaran untuk Pengelolaan Bisnis Kos-kosanan seperti Pengurus Kos, Penjaga Keamanan Kos, Pembantu, Lingkungan, PBB, Sampah, Listrik, Air, Telpon, Perawatan dan Perbaikan Rumah Kos akan membutuhkan /- 30% dari Pendapatan.

c. Pajak Rumah Sewa adalah 10% final

d. Diasumsikan tidak perlu membeli furnitur lagi

e. Jangka waktu BEP adalah 600juta / (60% x 85.8juta) = 600 jt / 51,48jt = /- 12 tahun.

f. Kenaikan harga tanah misalnya 10% per thn (sesuai rata-rata kenaikan NJOP dalam beberapa tahun terakhir)

g. Penurunan Nilai Bangunan sangat tergantung pada kondisi bangunan dari rumah kos saat ini. Berdasarkan perhitungan di atas maka sebaiknya bangunan ini bisa bertahan dalam jangka waktu minimal 12 tahun lagi tanpa perlu direnovasi secara besar-besaran.

h. Sebaiknya dicari tahu mengenai perkembangan nilai pasar dari properti ini, jika mempunyai kemungkinan yang besar bahwa nilai properti akan meningkat secara pesat maka ini bisa jadi pertimbangan bisnis yangmenarik. Jadi dalam berinvestasi rumah kos2an maka kita harus juga memperhatikan Profit dari Kenaikan Modal, tidak hanya dari Hasil Sewa saja.

Dengan kata lain jika dalam 5 tahun lagi harga rumah akan menjadi 2 x lipat maka Total Keuntungan kita adalah Total Pendapatan Bersih atas Sewa selama 5 tahun Selisih Jual Beli dari Properti.

Namun janganlah lupa bahwa Jual Beli Properti akan terkena Pajak Jual Beli, Biaya Notaris/AJB, BBN dan komisi jika ada. Jadi jika dijual maka Anda harus pertimbangkan Biaya saat Membeli dan juga Biaya saat Menjual.

Yang harus diperhatikan dalam pengelolaan Kos-kosan selain yang disebutkan di atas, maka Anda juga harus mempertimbangkan beberapa hal misalnya :

1. Pesaing yang sudah menjalankan bisnis serupa dalam jangka waktu yang lama (pesaing berpengalaman), Pesaing yang punya Rumah Kos-kosan lebih menarik dan bagus, Pesaing yang dekat dengan Kos-kosan atau Pesaing yang harga sewanya lebih murah dsb.

2. Potensi Pasar dari Bisnis Kos-kosanan di daerah tersebut. Bisa diamati dengan melihat Perkantoran yang terdapat di sekitar kos-kosan, universitas atau Akademi atau Sekolah Tinggi yang ada di seputar kos-kosan, atau mungkin Tempat Belanja dsb

3. Kondisi Lingkungan dan Alur Lalu Lintas di sekitar Kos-kosan, apakah dekat dengan Jalan Raya, Macet atau Tidak, Bikin Suasana jadi Bising atau Ribut, dsb.

4. Ancaman Bencana misalnya Daerah Banjir Musiman, Daerah Aliran Sungai, dekat Pembuangan Sampah, ada Sungai yang Tidak Mengalir dan kotor dsb.

5. Keamanan Lingkungan

6. Fasilitas Eksternall yang terdapat di sekitar (tapi bukan menjadi tetangga), misalnya Perbelanjaan, Rumah Sakit, Pos Polisi, Pom Bensin, Toko Kelontong, Restoran atau Warung Makan dsb.

7. Fasilitas Internal seperti misalnya Sapu dan Pel kamar, Cuci Baju, Transportasi, Internet, TV Kabel, Telpon, Sarapan Pagi dsb.

Sunday, February 21, 2010

Sukses di Rumah Kontrakan -
Tak Berjodoh di Bisnis Kuliner

Para Pelawak Terkenal, Bagaimana Mereka Mengelola Penghasilannya (1)

Kasus Gogon yang divonis empat tahun penjara dan hidupnya morat-marit akibat tak bisa mengelola diri menjadi cermin pelawak yang sukses tak hanya membuat orang lain tertawa. Komedian hebat adalah yang bisa mengelola hidup, termasuk penghasilan, sehingga bisa tertawa hingga masa tua.

ARI K., SUGENG S., Jakarta

BEBERAPA pekerja bangunan tampak sibuk mengecat bangunan di kompleks rumah kontrakan di Jalan Sawo Ujung, Cipete, Jakarta Selatan, kemarin (17/4). Bangunan satu lantai yang sebelumnya terdiri atas tiga pintu dibuat dua lantai lagi di atasnya. Cat oranye tampak sudah melapisi sebagian sisi tembok bangunan seluas 150 meter persegi itu.

Rumah kontrakan yang sedang direnovasi itu hanya contoh kecil dari bisnis yang dijalani pelawak Tukul Arwana. Merintis usaha kontrakan tentu bukan lantaran dia butuh tambahan uang. Soal materi, pelawak yang namanya meroket lewat acara talk show Empat Mata itu bisa bermewah-mewah. Honor puluhan juta bisa dia dapat dari bekerja satu atau dua jam saja.

Order terus mengalir bak jamur di musim penghujan. Mulai dari melawak, menjadi pembawa acara, membintangi iklan, hingga berakting di layar lebar. Kesemuanya dijalani Tukul dengan bayaran yang tidak murah. Media massa pun berebut mengulas profil atau perjalanan hidup pria kelahiran Perbalan, Semarang, 16 Oktober 1963 itu.

Jika diibaratkan dengan perputaran roda, kehidupan atau karir Tukul saat ini sedang berada di atas. Tapi, roda itu cepat atau lambat akan turun ke bawah. Hal inilah yang disadari betul oleh Tukul. Tidak terbuai dengan karirnya yang mengilap, pria yang pernah berkerja sebagai tukang gali sumur dan supir pribadi ini selalu bertanya dalam hati: ”Jika roda kehidupan saya sudah sampai di bawah, bagaimana?”

Secara alamiah, kata Tukul, entah karena sudah tua atau sudah tak kreatif lagi kehidupan ekonominya akan menuju ke arah sana (penurunan). “Tapi, bagaimana caranya supaya prediksi semacam itu bisa meleset atau tidak terjadi terlalu cepat,” ujarnya.

Menurut Tukul, salah satu kunci sukses di masa tua adalah investasi. Selain menyimpan dalam bentuk simpanan di bank, dia cukup lihai memanfaatkan uang yang dia miliki. Mengembangkan bisnis kontrakan rumah adalah salah satu bidang yang paling dia senangi. Untuk kontrakan di Sawo Ujung, Cipete, Jakarta Selatan, yang dikunjungi Jawa Pos, misalnya, rencananya akan disewakan Tukul seharga Rp 1,5 juta per bulan untuk satu pintu.

Masih di sekitar tempat tinggalnya, Tukul juga sudah membeli beberapa bangunan rumah lainnya. Satu rumah seluas 200 meter persegi berada di depan rumahnya. Yang satu lagi, berukuran sedikit lebih kecil, tak jauh dari situ. Rencananya, rumah-rumah itu juga akan direnovasi dan dikontrakkan.

Bangunan-bangunan tadi baru yang ada di sekitar Cipete. Di Bekasi, Jawa Barat, Tukul juga memiliki satu rumah yang juga dikontrakkan. Sayangnya, dia tidak mau membeberkan secara detail saat ditanya tentang berapa banyak dan di daerah mana saja rumah kontrakan yang dia miliki. ”Ya, pokoknya ada. Kalau saya sebut semua nanti orang kaget,” jawab Tukul lantas tersenyum.

Kenapa Tukul begitu tertarik dengan investasi jenis ini? ”Makin tahun, harga tanah makin mahal. Yang tadinya sepi, begitu ramai harga juga ikut tinggi. Dulu di sini per meternya Rp 1 juta. Sekarang sudah hampir Rp5 juta,” katanya.

Tak semua investasi itu berhasil. Tukul pernah mencoba peruntungan di bisnis kuliner dengan membuka restoran Ikan Bakar Tukul Arwana di Bumi Serpong Damai, Tangerang. Dia bekerja sama dengan mantan bos ketika menjadi sopir, Alex. Namun, hanya dalam hitungan bulan, usaha itu tutup.

”Sebetulnya sea food cukup menjanjikan di daerah itu. Tapi, yang saya lihat, masalahnya ada di tempat parkir yang kurang memadai,” jelas Tukul yang beberapa waktu lalu mendirikan Ojo Lali Entertainment sebagai wadah teman-temannya sesama pelawak untuk berkarya.

Di Jakarta, hingga daerah lainnya, nama Tukul seringkali dipakai untuk nama restoran hingga warung nasi kelas kaki lima. Namun, menurut Tukul tidak ada satu pun yang benar-benar miliknya. Soal namanya yang diadopsi untuk kepentingan komersial, Tukul mengaku ikhlas.

”Biarin saja. Bagi-bagi rezeki. Menyenangkan orang itu kan pahala. Kalau kamu mau pakai nama saya juga boleh. Misalnya bikin warung gado-gado Tukul Arwana. Atau wong ndeso. Silahkan saja,” kata Tukul kepada Jawa Pos.

Meski melabelkan dirinya sebagai wong ndeso (orang desa), Tukul tidak mau disebut berpikiran kuno. Di samping asuransi jiwa, Tukul juga mengikuti asuransi pendidikan untuk putri semata wayangnya, Novita Eka Afriana, 8, sehingga menjamin bisa sekolah hingga ke jenjang perguruan tinggi. ”Orang dulu bilang asuransi itu nggak perlu. Buat saya itu penting. Jangan kuno,” ungkapnya santai.

Di luar harta miliaran rupiah dan investasi yang melimpah, Tukul tetap bertahan sebagai sosok sederhana. Tidak terlalu konsumtif. Mobil Mitsubishi Galant keluaran 1982 tetap dia pertahankan. Mobil itu lebih sering dia pakai ketimbang Toyota Innova yang terparkir di garasi rumahnya.

Untuk menuju studio Trans 7 yang jaraknya tak terlalu jauh dari rumahnya, Tukul juga lebih suka mengendarai Honda Astrea Prima ketimbang Harley-Davidson miliknya. ”Soal makanan, saya tetap suka oseng kangkung. Pakaian juga nggak ada yang bermerek,” akunya.

Pelawak senior, Toto Muryadi alias Tarsan, 62, menggunakan jurus “Siap” sejak masa muda. Saat ini, pria kelahiran Malang, itu mulai bisa menikmati hasilnya. ”Jurus Siap itu bukan hanya untuk militer. Untuk semua orang juga, termasuk saya,” ujarnya.

Jurus Siap itu terinspirasi oleh ajaran agama agar memanfaatkan masa jaya sebelum masa sulit, masa sehat sebelum sakit, serta masa muda sebelum tua.

Hasil dari Jurus Siap itu bisa digunakan ketika keadaan darurat. Ketika tabungan mulai menipis sehingga uang untuk membeli beras dan gula sangat terbatas, Tarsan tidak kesulitan. ”Kebetulan saya anak petani. Kalau saya nggak laku (melawak, Red.) masih bisa makan karena ada beras hasil tani. Saya juga tanam tebu di kampung. Jadi Alhamdulillah tidak pernah kekurangan,” jelasnya.

Di luar itu, Tarsan memiliki usaha dalam bentuk lain. Hanya saja, dia enggan berterus terang. Menurutnya, takut dibilang sombong. Usaha itu dijalankan oleh saudara-saudara Tarsan dan beberapa pekerja lainnya.

Anak Tarsan satu-satunya, Galuh Pujiwati, sejak 2006 lalu dipersunting seorang pria. Puterinya sudah mandiri dengan membuka usaha kafe di beberapa kota. “Praktis, saya tinggal menunggu cucu. Hasil dari kerja ini juga menyenangkan cucu saya,” kata Tarsan.

Prinsipnya, kata Tarsan, dalam menjalankan hidup ini adalah menghitung dengan baik dan bijak. Uang yang datang dan pergi diatur sebaik mungkin agar tidak merugi. ”Sebab, menurut saya, yang dihitung saja suka meleset, apalagi nggak dihitung,” ucapnya.

Tarsan juga menerapkan open management kepada istrinya, Sulistina. Pengeluaran sekecil apapun ada catatan (bon)-nya. ”Saya mengajarkan kepada keluarga untuk berterus terang dalam hal keuangan dan apapun. Saya selalu bawa bukti pembayaran ke rumah setiap habis belanja, makan, atau ke mana saja. Supaya istri saya tahu,” ungkapnya. (el)

Penghasilan Terus Mengalir Dari Usaha Kost-Kostan

Penghasilan Terus Mengalir Dari Usaha Kost-Kostan

Bisnis kost-kostan memang cukup menjanjikan, terlebih di kota-kota pusat perdagangan atau di kota-kota pelajar dan industri.
Banyaknya pelajar mahasiswa dan pegawai yang berasal dari luar daerah menjadikan pemilik kost-kostan menikmati keuntungan darinya. Usaha ini dapat dijalankan hanya dengan memanfaatkan kamar dirumah yang tidak lagi dipakai atau berpenghuni.
Selain penghasilan yang terus mengalir setiap bulannya, sebagai usaha jangka panjang, pemilik kost-kostan bisa menikmati keuntungan dari terus naiknya nilai tanah.
Pengelolaan usaha kost-kostan ini juga tidak begitu rumit. Bila tidak mau repot mengurusi anak-anak kost, pemilik bisa mempekerjakan orang lain untuk pengelolaan tiap hari dan hanya melakukan kontrol dan pengecekan berkala saja.

untuk mendapatkan info2 dan tips2 
RUMAH/KOS JOGJA - PIN 28421001 
PROPERTI JOGJA - PIN 237149DE 
TANAH DIJUAL JOGJA - PIN 5515EF65


Fasilitas & Pemasaran
Untuk fasilitas dari masing-masing usaha kost-kostan juga bermacam-macam. Ada yang dari mereka menyediakan fasilitas yang diisi dengan ranjang dan dilengkapi meja tulis, almari, kamar mandi dalam.
Bahkan untuk kost-kostan yang membidik pasar atas yakni anak-anak orang kaya, biasa dilengkapi dengan fasilitas alat pendingin ruangan juga telepon sendiri. Namun banyak juga yang menyediakan kamar kosongan untuk diisi sekehendak penyewa kamar.
Pemilik kost-kostan tak cukup hanya memasang plang “menerima kost” di depan pondokannya. Mereka harus aktif menjaring pasar. Caranya, bisa dengan menyebarkan selebaran penawaran atau brosur ke kampus-kampus, kantor-kantor atau warung-warung yang ramai dikunjungi. Bila perlu memberi iming-iming pada calon penyewa seperti gratis sewa satu bulan untuk penyewa yang membayar sewa enam bulan sekaligus.
Memberikan kelonggaran dalam waktu pembayaran dan mempertahankan harga lama bagi penghuni lama juga bisa dilakukan sebagai alternatif untuk memasarkan usaha kos-kosannya.
Lokasi, Pengelolaan & Harga Sewa
Lokasi kost-kostan yang pas juga perlu diperhatikan. Selain dekat dengan kampus atau tempat kerja, diusahakan memiliki akses yang mudah untuk ke daerah lain. Dengan demikian harga yang ditawarkan ke calon konsumen bisa tinggi.
Contohnya adalah kost-kostan “Dhiya Nisa”, yang berada di daerah Pugeran, Yogyakarta. Letak kost-kostan ini berdekatan dengan beberapa kampus dan kantor pajak yang membuat kost-kostan ini tidak pernah kosong.
Saat ditemui tim bisnisukm, ibu Erna Zulianti, pemilik kost-kostan “Dhiya Nisa” bercerita banyak perihal usaha ini. Awalnya adalah keinginan untuk mendapatkan tambahan pemasukan selain dari penghasilan suaminya yang bekerja di perusahaan swasta. Dengan persetujuan suaminya akhirnya mbak Erna, panggilan akrabnya, membangun beberapa kamar untuk dijadikan usaha kost-kostan.
Pengelolaan sepenuhnya ia lakukan sendiri dengan dibantu satu orang pembantu yang dipekerjakannya untuk membersihkan area kost-kostan sekaligus untuk menjaga keamanan kos.
Sebagian besar anak-anak kost yang tinggal di “Dhiya Nisa” adalah mahasiswa dan pegawai. Tarif yang dipasang untuk masing-masing kamar bervariasi. Mulai dari 150.000 sampai dengan 200.000 tergantung dari besarnya kamar yang disewa. Harga ini menurut pengakuan mbak Erna, belum termasuk uang listrik untuk penambahan perangkat seperti komputer, dispenser dan televisi.
Simulasi Keuntungan
Pemasukan
Sewa kamar rata-rata Rp. 200.000/bulan
Sewa 20 kamar kost = Rp. 200.000,00 x 20 x 12 = Rp. 48.000.000
Pengeluaran
Listrik dan air = Rp. 600.000 x 12 = Rp. 7.200.000
Gaji pegawai = Rp. 500.000 x 12 = Rp. 6.000.000
Biaya perbaikan (cat, pompa air, keran air, dll) = Rp. 3.000.000
Total pengeluaran = Rp 16.200.000
Keuntungan bersih per tahun
Rp 48.000.000 – Rp 16.200.000 = Rp 31.800.000

Friday, February 19, 2010

Usaha Kos-kosan, Penghasilan Terus Mengalir


">
MEDAN-Bisnis kos-kosan memang cukup menjanjikan, terlebih di kota-kota pusat perdagangan atau di kota-kota pelajar dan industri. Banyaknya pelajar mahasiswa dan pegawai yang berasal dari luar daerah menjadikan pemilik kos-kosan menikmati keuntungan darinya. Usaha ini dapat dijalankan hanya dengan memanfaatkan kamar di rumah yang tidak lagi dipakai atau berpenghuni atau membangun rumah kos.
Selain penghasilan yang terus mengalir setiap bulannya, sebagai usaha jangka panjang, pemilik kos-kosan bisa menikmati keuntungan dari terus naiknya nilai tanah. Pengelolaan usaha kos-kosan ini juga tidak begitu rumit.

 SILAHKAN INVITE
untuk mendapatkan info2 dan tips2 
RUMAH/KOS JOGJA - PIN 28421001 
PROPERTI JOGJA - PIN 237149DE 
TANAH DIJUAL JOGJA - PIN 5515EF65

Memang kebutuhan akan rumah petak untuk disewakan pada kalangan berpenghasilan menengah ke bawah bisa jadi salah satu alternatif pemasukan bagi yang kebetulan mempunyai modal berupa sebidang tanah dan penambahan biaya bahan bangunan sederhana.

Hal pertama untuk menentukan bagus tidaknya prospek bisnis rumah petak adalah lokasi yang menjadi penentu harga kos-kosan. Lokasi strategis itu biasanya berada di wilayah perkantoran atau kampus. Tentunya rumah petak disewakan sebagai kos-kosan dengan fasilitas yang lebih lengkap sehingga bisa disewakan dengan tarif mahal per kamar per bulan. Apalagi jika dilengkapi fasilitas lengkap seperti AC.

Di Kota Medan, peluang bisnis kos-kosan berada di dekat kampus. Misalnya saja di kawasan Setiabudi, Dr Masyur Medan, ringroad hingga Jamin Ginting/Padang Bulan yang berdekatan dengan kampus Universitas Sumatera Utara. Ada lagi lokasi lainnya yang dekat dengan kampus ST Thomas, yakni kawasan Tanjung Sari. Kawasan-kawasan tersebut banyak menyediakan rumah kos-kosan untuk mahasiswa. Baik itu rumah kos-kosan bangunan baru hingga rumah pribadi yang menyediakan kamar kos-kosan.

Misalnya saja rumah kos-kosan milik Ibu Haji. Wanita yang lebih dikenal dengan nama Ibu Haji tersebut awalnya tidak berniat membangun rumah kos-kosan di kediamannya, Jalan Kenanga, Pasar 6, Setiabudi Medan. Karena memiliki pekarangan belakang rumah yang luas, ia pun membangun 6 kamar kos-kosan dengan ukuran kecil (berdempetan). Tiap kamar kosnya hanya memiliki satu kamar tidur dan satu kamar mandi dengan berlantaikan keramik. “Saya baru tiga tahun memiliki usaha kos-kosan. Hasilnya cukup lumayan sekali,” kata Ibu Haji yang kini masih menerima anak kos.

Ia mematok harga kos-kosannya per tahun dan per bulan. Untuk per tahun ia kenakan biaya Rp4,5 juta, sedangkan per bulannya Rp400 ribu. Ia mematok sedikit lebih mahal karena biaya air dan listrik sudah termasuk dalam biaya itu. Sedangkan biaya membangun rumah kos-kosannya hampir mencapai 150 juta.

Sedangkan pemilik kos lainnya, Br Simbolon, sejak dua tahun lalu sengaja membangun rumah kos-kosan di kawasan Setiabudi. Dengan lahan yang tidak terlalu besar, ia membeli tanah warga sekitar Rp300 juta yang kemudian dia bangun kos-kosan. Harga tanah tersebut sedikit mahal karena berada di lokasi strategis. Sedangkan biayanya membangun rumah kos-kosannya Rp350 juta. Tiap bulannya ia mematok harga kos Rp400 ribu.
“Saya beli tanah tidak terlalu lebar. Makanya saya bangun dengan model bertingkat seperti rumah susun. Ada enam tingkat. Jumlahnya ada delapan kamar kos. Investasinya memang besar. Tapi, bayangkan, penghasilan dari kos-kosan terus mengalir tiap bulan dan tidak ada matinya bahkan hrganya tiap tahun naik,” bilang dia.

Mariana, pemilik kos Jalan Sipirok Medan juga mengatakan hal yang sama. Ia tidak membangun rumah kos, tetapi menyediakan kamar untuk anak kos. “Anak saya semuanya sudah menikah dan tidak tinggal di rumah. Jadi ada tiga kamar kosong langsung saya jadikan kos-kosan dilengkapi tempat tidur dan lemari. Harganya hanya saya patok Rp250 ribu per bulan,” ujarnya.

Dahlia, mahasiswi fakultas sastra USU mengatakan, dirinya sengaja memilih kos-kosan dekat dengan kampusnya. “Kalau dekat dengan kampus, jadi tak perlu lagi naik angkot. Meski harga kosnya sedikit mahal, tapi lebih strategis,” ujar wanita yang berasal dari Siborong- Borong ini.
Rudi, mahasiswa fakultas hukum USU mengatakan, ia memilih kos-kosan yang memiliki fasilitas lengkap yang disediakan ibu kos. Seperti, TV dan AC.)

“Bagi yang kos per bulan, carilah tempat kos yang pemiliknya bisa diajak kompromi soal uang kos. Sebab, kiriman uang tak selalu datang sesuai jadwal. Biasanya yang namanya ibu kos sudah paham dengan urusan tunggak menuggak uang kos,” ujar Rudi.