Krisis, bisnis kontrakan sepi
Sungguh efek keadaan ekonomi yang sulit dihindari. Mungkinkah gara-gara BBM dulu naik, kemudian ditambah krisis di Amerika merambat ke krisis global, pada akhirnya berimbas pada dunia industri. Industri Manufacture banyak menyerap tenaga kerja. Karena menyerap tenaga kerja diharapkan berkurangnya jumlah pengangguran, walau menambah tingkat urbanisasi, tetapi bisa menambah ekonomi daerah tempat industri beradaCikarang, adalah salah satu daerah industri, dimana disini terdapat berbagai komplek industri semisal Jababeka, Ejip, MM2100, Cibitung, Hyundai, dan lain-lain. Karena kebanyakan yang bekerja adalah urban, jadinya pada mencari tempat tinggal tidak jauh dari tempat dimana dia berada.
SILAHKAN INVITE
untuk mendapatkan info2 dan tips2
RUMAH/KOS JOGJA - PIN 28421001 untuk mendapatkan info2 dan tips2
PROPERTI JOGJA - PIN 237149DE
TANAH DIJUAL JOGJA - PIN 5515EF65
Penduduk sekitar, yang notabene penduduk lama (saya tidak mau bilang asli), menangkap peluang ini sebagai peluang bisnis, dengan mendirikan kost-kostan (bahasa cikarang kontrakan), dan warung makan. Mungkin karena tingkat pendapataan yang belum stabil atau mencukupi, dan jauh dari saudara, akhirnya urban pekerja, menyewa di kontrakan yang ada. Kadang yang saya kurang tahu, mendirikan kontrakan tersebut ada IMB nya tidak ya? Terus listriknya bagaimana? Melihat sekilas, dengan prasangka jelek, sepertinya tidak ada IMB dan listrik kadang asal nyambung.
Kembali lagi ke wacana semula, krisis sedang berjalan (orang mau bilang tidak krisis terserah), dan diperkirakan bulan maret 2009 adalah puncaknya, tidak mengurangi adanya proses ‘PHK’ yang tidak diingini oleh semua. Pada akhirnya urban pekerja yang kebetulan mengalami PHK, mencoba bertahan, entah mencari di tempat lain, atau mungkin pulang dulu, daripada disini belum ada pekerjaan. Gimana mau mencari tempat lain, kalau kondisi tidak jauh berbeda. Akhirnya banyak kontrakan yang kosong, sebagai tanda penghuninya tidak ada/berkurang, berarti penghasilan para empunya kontrakan juga berkurang, penduduk di area tersebut juga berkurang, akhirnya menjadi sepi. Sepi yang bisa membuat takut, sepi yang membuat mengingat, sepi yang membuat bersahaja, dan sepi yang bisa kembali menjadi ramai entah di lain waktu.
No comments:
Post a Comment