Friday, June 3, 2011

Merintis Bisnis Rumah Kos
Joannes Widjajanto - detikFinance

Jakarta - Saya ingin menjalankan bisnis Rumah Kos. Saya ingin menanyakan soal Pembiayaan Pembangunan Rumah Kos yang nyaman. Berikut adalah data-data yang dapat dijadikan acuan dalam menjawab beberapa pertanyaan saya :
  • Luas Tanah : 138 m2 (12m X 11.5m)
  • Letak Tanah bukan di Jalan Utama (masuk gang, dengan lebar jalan -/+ 2m)
  • Letaknya sangat strategis dari Pusat Perkantoran dan Sekolah-sekolah (Universitas-universitas TOP di Bandung)
  • Sertifikat : SHM
  • Sudah tersedia Jaringan :
  1. Telepon : 1 line
  2. Listrik : 900 watt
  3. Air : Jet Pump.

Ada Pembiayaan Pembangunan berasal dari Dana Pinjaman Bank, dengan bunga 13,8% per tahun.

Pertanyaan Saya :

  1. Apa yang pertama kali harus saya lakukan dalam Pembangunan Rumah Kos tersebut? Apakah sebaiknya saya memakai Kontraktor dalam melakukan Pembangunan Rumah Kos tersebut?
  2. Berapa harga pasaran per-m2 untuk membangun Rumah Kos sederhana tapi nyaman, dengan kualitas bahan2 no. 2.
  3. Apakah setiap kamar sebaiknya Full Furniture (T. Tidur, Lemari & Meja Belajar)?
  4. Apa kekurangan dan kelebihan dari kamar kos yang memiliki K.Mandi sendiri2 dengan K.Umum?
  5. Berapa Daya Listrik yang harus saya sediakan, jika Rumah Kos tersebut saya bangun 2 lantai, dengan masing2 lantai terdiri dari 8 kamar (satu sisi 4 kamar, berhadap2an).

Sekian pertanyaan dari saya, terima kasih sebelumnya.

Jawab :
Ibu FJ, ternyata Ibu sangat serius untuk terjun sebagai pengusaha dimana ada beberapa alternatif yang Ibu pikirkan sebagai 'mesin uang' untuk menghidupi kehidupan keluarga Ibu. Pertanyaan-pertanyaan akan dijawab satu persatu.

1. Apa yang pertama kali harus saya lakukan dalam Pembangunan Rumah Kos tersebut?
Seperti pada umumnya untuk masuk ke dunia bisnis, maka perlu adanya studi kelayakan apakah bisnis yang akan kita masuki memiliki potensi untuk berkembang atau tidak. Jadi yang perlu dilakukan adalah melihat rumah-rumah kos yang ada di sekitar lokasi tanah yang kita miliki / sewa, inilah hal-hal yang perlu dilihat :
  • Berapa banyak rumah kos yang ada
  • Berapa banyak kamar yang disewakan sebagai kamar kos
  • Siapa saja yang menghuni rumah-rumah kos tersebut, apakah para mahasiswa atau para karyawan, ataukah campur
  • Apakah ada kelebihan suplai ataukah kekurangan suplai kamar kos
  • Bagaimana kondisi kamar kos tersebut, apakah diberikan perabotan ataukah kosong. Jika ada perabotan, apa saja yang disediakan.
  • Apakah kamar mandi ada di dalam, ataukah di luar.
  • Berapakah harga yang ditawarkan dengan berbagai macam variasi fasilitas tadi.

Jadi kita seperti melakukan 'marketing inteligent' atau riset kecil-kecilan, untuk melihat potensi pasar dari rumah kos tersebut. Dengan melakukan ini, maka kita memiliki pengetahuan yang lebih baik atas bisnis yang akan kita masuki.

Apakah sebaiknya saya memakai Kontraktor dalam melakukan Pembangunan Rumah Kos tersebut?

Dalam proses pembuatan rumah, ada 2 proses yang akan kita lakukan. Yang pertama proses design, umumnya dilakukan oleh para arsitek. Kemudian proses pembangunan itu sendiri yang dilakukan oleh pihak kontraktor. Kadang proses design dan pembangunan dilakukan oleh pihak yang sama. Sehingga untuk proses design masuk dalam biaya pembangunan.
Jika kita mempunyai kemampuan untuk melakukan proses design, maka biaya design tidak perlu ada. Demikian pula, jika kita memiliki kemampuan sebagai kontraktor.

2. Berapa harga pasaran per-m2 untuk membangun Rumah Kos sederhana tapi nyaman, dengan kualitas bahan-bahan nomor dua.

Itu sangat bergantung dengan bahan-bahan yang akan dipakai dan fasilitas yang disediakan. Biaya untuk fisik bangunan umumnya relatif sama tetapi untuk finishing umumnya sangat tergantung dari bahan yang akan dipakai. Disarankan untuk melakukan survei ke beberapa kontraktor maupun arsitek di lingkungan anda untuk mengetahui biaya per m2.

3. Apakah setiap kamar sebaiknya Full Furniture (T. Tidur, Lemari & Meja Belajar)?

Dari riset yang kita lakukan di point no. 1, kita akan mengetahui pasar mana yang masih memiliki potensi untuk dikembangkan. Dan tentunya kita akan memilih potensi bisnis yang sesuai dengan kemampuan kita dan menjanjikan di masa depan.

4. Apa kekurangan dan kelebihan dari kamar kos yang memiliki K.Mandi sendiri2 dengan K.Umum?

Tentunya kamar kos yang memiliki kamar mandi di dalam dilihat dari harganya lebih tinggi dibandingkan dengan kamar kos yang memakai kamar mandi umum. Karena biaya perawatan untuk kamar kos dengan kamar mandi di dalam lebih tinggi, demikian pula biaya pembangunannya.

Ada satu pertanyaan yang perlu dijawab, apakah pasar yang dibidik dan harga yang ditawarkan adalah sesuai dengan perhitungan bisnis yang ada.

5. Berapa Daya Listrik yang harus saya sediakan, jika Rumah Kos tersebut saya bangun 2 lantai, dengan masing-masing lantai terdiri dari 8 kamar (satu sisi 4 kamar, berhadap-hadapan).

Ini sangat bergantung dari fasilitas yang ditawarkan, misal adanya kulkas di setiap kamar atau AC. Kemudian para penghuni kos juga diperkenankan untuk membawa televisi, komputer dan lain sebagainya. Apakah ada juga fasilitas lain yang membutuhkan daya listrik yang cukup signifikan, misal : pompa air, mesin cuci dan lain sebagainya.

Dengan menghitung kebutuhan listrik rata-rata setiap kamar, maka kita dapat menghitung kebutuhan listrik secara total untuk rumah kos kita.

Selamat berhitung.

Joannes Widjajanto-Shildt Financial Planning

Friday, May 6, 2011

Meraup duit dari usaha kos-kosan

Bisnis kos-kosan tak ada matinya. Apalagi lokasinya berada di pusat kota, dekat dengan tempat kerja, ataupun kampus mahasiswa.
Afrizal merasa beruntung punya rumah dekat dari kampus atau kampus yang berada dekat dari rumahnya. Kenapa tidak. Sejak lama, kampus telah menjadi berkah bagi perekonomian keluarganya karena mereka hidup dari menyewakan kamar demi kamar bagi mahasiswa.
Tidak kurang ada 20 kamar yang penuh terisi. Hampir tidak ada lahannya yang tersisa karena semuanya dibangun kamar kontrakan.
Itulah Afrizal, yang masih tetap bisa berkembang di tengah gempuran bisnis kontrakan yang mulai menjamur di sekitar rumahnya, di daerah Limau Manis, Universitas Andalas (Unand), Padang, Sumbar.
“Saya tidak takut kamar kami sepi karena pada dasarnya setiap kontrakan punya pasar sendiri-sendiri,” begitu dia menanggapi fenomena menjamurnya kontrakan terorganisasi di lingkungannya, termasuk pembangunan rumah susun sewa (rusunawa) bagi mahasiswa yang tengah dibangun di kampus Unand.
Kalau melihat pada perkembangan bisnis kos-kosan atau kontrakan dekat kampus memang kini sudah berkembang dengan pesat.
Keberadaan kampus perguruan tinggi di sejumlah kota bahkan menjadi urat nadi dalam menggerakan transaksi ekonomi. Sebut saja, Depok, Yogyakarta, Bandung, Padang, dan sejumlah kota lain yang memiliki karakter yang tidak jauh berbeda dengan kota yang disebutkan itu. Keberadaan kampus menciptakan captive market bagi bisnis kontrakan. Tidak heran banyak wilayah yang ekonominya digerakkan oleh bisnis kontrakan semacam itu.
Begitu pun, Zulkarnaen mendapatkan mimpinya untuk memiliki pendapatan tetap setelah pensiun dari pekerjaan sebagai salah satu pejabat eselon II di salah satu instansi pemerintah di Jakarta.
Sejak dua tahun lalu, dia telah menyiapkan ladang barunya. Bermodalkan pinjaman bank sekitar Rp400 juta dan ditambah dari uang tabungan yang disimpan sedikit demi sedikit sejak lama, dia memberanikan diri membangun rumah kontrakan dengan tambahan dana dari pinjaman perbankan.
Kini, sudah hampir setahun Zulkarnaen menghabiskan hari-harinya untuk mengurus rumah kontrakan dengan 19 unit kamar.
Pilih lokasi

Mengembangkan usaha kos-kosan bisa dilakukan banyak orang karena sifat usaha yang tidak rumit. Begitu menggiurkannya bisnis ini, tidak sedikit dari kelompok pengusaha besar juga menggarap secara khusus usaha kontrakan mahasiswa.
Mereka bersaing dengan pemilik rumah kos-kosan dan kontrakan dalam skala yang berbeda tentunya. Tidak heran, pengembangan usaha kontrakan bisa beragam. Mulai dari skala rumah susun atau flat hingga rumah lingkungan.
Pada dasarnya, usaha rumah kontrakan itu memang tidak harus dikembangkan dengan skala besar, tapi dengan lahan 200 m2 hingga 300 m2 pun sudah cukup untuk memulai bisnis kontrakan. Yang terpenting dari bisnis ini terletak pada kejelian dalam memilih lokasi, di mana faktor kedekatan dengan kampus menjadi syarat utama.
Makanya tidak heran kawasan seperti Depok atau Yogyakarta menjadi tempat yang prospektif bagi bisnis tersebut. Secara umum hampir semua ibu kota provinsi di Indonesia memiliki prospek bagus untuk digarap dari sisi bisnis semacam ini.
Hanya saja tentu tidak semua sudutnya bisa digarap karena calon investor harus memilih lokasi yang dekat dengan perguruan tingginya. Berbicara prospek tarif sewa kontrakan atau kos-kosan tentu akan berbeda antara satu daerah dengan daerah yang lain.
Yang jelas tingkat tarif kontrakan mahasiswa tidak akan sebesar tarif apartemen. Misalnya, di Depok tarif sewa kontrakan mahasiswa berkisar Rp150.000 hingga Rp400.000 per bulan.
Untuk ukuran rasio investasi di Depok jelas tarif sebesar itu sudah sangat memadai untuk digarap. Sehubungan dengan perkembangan bisnis ini yang terus maju, ada sejumlah daerah yang mulai ketat menerapkan pengenaan pajak atas objek usahanya.
Depok termasuk salah satu kota yang mulai ketat menerapkan perpajakan usaha kos-kosan.
Dalam hal ini, yang dianggap usaha kos-kosan yang wajib membayar pajak adalah yang memiliki kamar di atas 10 unit. Adapun rumah kos yang berkamar kurang dari 10 unit bebas dari pajak kos. Besaran pajak yang dikenakan mencapai 5% dari total pendapatan setiap bulan dengan mengacu pada Undang-Undang No. 34/2000 dan Peraturan Daerah (Perda) Kota Depok No. 02/2002 tentang Pajak Hotel, Pajak Hiburan, Pajak Reklame, Pajak Restoran, dan Pajak Parkir tertanggal 7 Maret 2002 yang diundangkan dalam Lembaran Daerah Kota Depok pada 8 Maret 2002.
Beberapa waktu lalu, kalangan pengelola Kampus Unand Padang mulai serius mengembangkan pemondokan bagi mahasiswa. Sejumlah blok rumah susun dikembangkan di dekat kampus itu untuk menampung sebagian dari mahasiswa perguruan tinggi itu yang jumlah lebih dari 10.000 orang.
Selama ini, keberadaan kampus itu telah ikut menggerakkan usaha produktif masyarakat di sekitarnya dalam bentuk bisnis pemondokan mahasiswa. Hampir semua rumah masyarakat di sekitar kampus difungsikan sebagai pemondokan mahasiswa. Bahkan ada beberapa investor yang sudah masuk dalam tahap pengembangan flat komersial untuk mengelola pasar hunian bagi kalangan kampus di Unand.

Thursday, April 21, 2011

Usaha Kos-kosan, Penghasilan Terus Mengalir

11:07 | Friday, 13 November 2009
Usaha Kos-kosan, Penghasilan Terus Mengalir, KOS: Puluhan rumah kos di kawasan Jalan  Dr Mansyur, Medan, Kamis (12/11). Kawasan ini menjadi idola  mahasiswa karena letaknya strategis dan dekat dengan Kampus Universitas Sumatera Utara (USU).//hs putra/sumut posKOS: Puluhan rumah kos di kawasan Jalan Dr Mansyur, Medan, Kamis (12/11). Kawasan ini menjadi idola mahasiswa karena letaknya strategis dan dekat dengan Kampus Universitas Sumatera Utara (USU).//hs putra/sumut pos
MEDAN-Bisnis kos-kosan memang cukup menjanjikan, terlebih di kota-kota pusat perdagangan atau di kota-kota pelajar dan industri. Banyaknya pelajar mahasiswa dan pegawai yang berasal dari luar daerah menjadikan pemilik kos-kosan menikmati keuntungan darinya. Usaha ini dapat dijalankan hanya dengan memanfaatkan kamar di rumah yang tidak lagi dipakai atau berpenghuni atau membangun rumah kos.
Selain penghasilan yang terus mengalir setiap bulannya, sebagai usaha jangka panjang, pemilik kos-kosan bisa menikmati keuntungan dari terus naiknya nilai tanah. Pengelolaan usaha kos-kosan ini juga tidak begitu rumit.
Memang kebutuhan akan rumah petak untuk disewakan pada kalangan berpenghasilan menengah ke bawah bisa jadi salah satu alternatif pemasukan bagi yang kebetulan mempunyai modal berupa sebidang tanah dan penambahan biaya bahan bangunan sederhana.
Hal pertama untuk menentukan bagus tidaknya prospek bisnis rumah petak adalah lokasi yang menjadi penentu harga kos-kosan. Lokasi strategis itu biasanya berada di wilayah perkantoran atau kampus. Tentunya rumah petak disewakan sebagai kos-kosan dengan fasilitas yang lebih lengkap sehingga bisa disewakan dengan tarif mahal per kamar per bulan. Apalagi jika dilengkapi fasilitas lengkap seperti AC.
Di Kota Medan, peluang bisnis kos-kosan berada di dekat kampus. Misalnya saja di kawasan Setiabudi, Dr Masyur Medan, ringroad hingga Jamin Ginting/Padang Bulan yang berdekatan dengan kampus Universitas Sumatera Utara. Ada lagi lokasi lainnya yang dekat dengan kampus ST Thomas, yakni kawasan Tanjung Sari. Kawasan-kawasan tersebut banyak menyediakan rumah kos-kosan untuk mahasiswa. Baik itu rumah kos-kosan bangunan baru hingga rumah pribadi yang menyediakan kamar kos-kosan.
Misalnya saja rumah kos-kosan milik Ibu Haji. Wanita yang lebih dikenal dengan nama Ibu Haji tersebut awalnya tidak berniat membangun rumah kos-kosan di kediamannya, Jalan Kenanga, Pasar 6, Setiabudi Medan. Karena memiliki pekarangan belakang rumah yang luas, ia pun membangun 6 kamar kos-kosan dengan ukuran kecil (berdempetan). Tiap kamar kosnya hanya memiliki satu kamar tidur dan satu kamar mandi dengan berlantaikan keramik. “Saya baru tiga tahun memiliki usaha kos-kosan. Hasilnya cukup lumayan sekali,” kata Ibu Haji yang kini masih menerima anak kos.
Ia mematok harga kos-kosannya per tahun dan per bulan. Untuk per tahun ia kenakan biaya Rp4,5 juta, sedangkan per bulannya Rp400 ribu. Ia mematok sedikit lebih mahal karena biaya air dan listrik sudah termasuk dalam biaya itu. Sedangkan biaya membangun rumah kos-kosannya hampir mencapai 150 juta.
Sedangkan pemilik kos lainnya, Br Simbolon, sejak dua tahun lalu sengaja membangun rumah kos-kosan di kawasan Setiabudi. Dengan lahan yang tidak terlalu besar, ia membeli tanah warga sekitar Rp300 juta yang kemudian dia bangun kos-kosan. Harga tanah tersebut sedikit mahal karena berada di lokasi strategis. Sedangkan biayanya membangun rumah kos-kosannya Rp350 juta. Tiap bulannya ia mematok harga kos Rp400 ribu.
“Saya beli tanah tidak terlalu lebar. Makanya saya bangun dengan model bertingkat seperti rumah susun. Ada enam tingkat. Jumlahnya ada delapan kamar kos. Investasinya memang besar. Tapi, bayangkan, penghasilan dari kos-kosan terus mengalir tiap bulan dan tidak ada matinya bahkan hrganya tiap tahun naik,” bilang dia.
Mariana, pemilik kos Jalan Sipirok Medan juga mengatakan hal yang sama. Ia tidak membangun rumah kos, tetapi menyediakan kamar untuk anak kos. “Anak saya semuanya sudah menikah dan tidak tinggal di rumah. Jadi ada tiga kamar kosong langsung saya jadikan kos-kosan dilengkapi tempat tidur dan lemari. Harganya hanya saya patok Rp250 ribu per bulan,” ujarnya.
Dahlia, mahasiswi fakultas sastra USU mengatakan, dirinya sengaja memilih kos-kosan dekat dengan kampusnya. “Kalau dekat dengan kampus, jadi tak perlu lagi naik angkot. Meski harga kosnya sedikit mahal, tapi lebih strategis,” ujar wanita yang berasal dari Siborong- Borong ini.
Rudi, mahasiswa fakultas hukum USU mengatakan, ia memilih kos-kosan yang memiliki fasilitas lengkap yang disediakan ibu kos. Seperti, TV dan AC.)
“Bagi yang kos per bulan, carilah tempat kos yang pemiliknya bisa diajak kompromi soal uang kos. Sebab, kiriman uang tak selalu datang sesuai jadwal. Biasanya yang namanya ibu kos sudah paham dengan urusan tunggak menuggak uang kos,” ujar Rudi. (mag-10)

Thursday, April 7, 2011

Investasi Rumah Kos-Kosan di Jogja


Rumah Kos sudah sejak lama menjadi lahan investasi bisnis yang menguntungkan dan masih tetap menarik hingga saat ini. Namun jika tidak cermat dan tidak tahu bagaimana memanfaatkan investasi ini, bisnis rumah kos bisa tidak berhasil. Rumah kos dapat menjadi passive income bagi sang pemilik tanpa harus mengeluarkan banyak dana. Misalnya jika sebuah rumah dibeli dengan cicilan, kita bisa mendapatkan biaya untuk membayar cicilan dengan menjadikannya rumah kos.

untuk mendapatkan info2 dan tips2 
KOS/RUMAH JOGJA - PIN 28421001 
PROPERTI JOGJA - PIN 237149DE 
TANAH DIJUAL JOGJA - PIN 5515EF65

Ada beberapa aspek yang harus diperhatikan dalam memulai bisnis rumah kos, yaitu :

1. Menggunakan Bank dalam pendanaan. Peranan bank disini adalah :
* Sebagai sumber pendanaan
* Sebagai rekan kerja yang membantu pengecekan dan keabsahan surat-surat rumah
* Membantu mempermudah penghitungan biaya, termasuk biaya desain kamar yang dapat disesuaikan dengan budget.


2. Lokasi yang strategis.
Lokasi disini tergantung pada pasar yang diinginkan. Apakah pasarnya karyawan, buruh atau mahasiswa. Jika pasarnya mahasiswa, carilah lokasi yang berada sedekat mungkin dengan kampus. Jika pasarnya karyawan, carilah lokasi di dekat daerah perkantoran. Strategis juga berarti mudah dijangkau dengan kendaraan umum. Jangan memilih lokasi yang rawan banjir!


3. Desain
Semakin luas kamar, semakin banyak fasilitas maka akan semakin mahal harga sewa sebuah kamar kos. Sesuaikan desain kamar dengan luas bangunan dan perhatikan kenyamanan penyewa.


4. Faktor keamanan baik dari luar maupun dari dalam adalah faktor utama yang sangat penting untuk kelangsungan rumah kos. Jika sekali dikenal tidak aman, rumah kos akan langsung kehilangan pelanggan dan mempunyai citra yang buruk. Untuk mengatasi ancaman keamanan dari luar, rumah kos disarankan memiliki penjaga kos serta membuat peraturan-peraturan bagi penyewa kos agar tidak mengganggu lingkungan. Contohnya seperti : tidak menyalakan musik terlalu keras, tidak menerima tamu diatas pukul 22.00, dan sebagainya.
Sedangkan untuk faktor keamanan dari dalam, pemilik kos harus menyeleksi calon penghuni kos agar tempat kosnya tidak menjadi sarang narkoba, tempat pelacuran dan sebagainya. Hal ini dapat dilakukan dengan cara meminta kartu identitas calon penghuni dan melapor keberadaan calon penghuni pada ketua RT setempat.



Untuk meningkatkan pendapatan dari uang sewa kos, ada beberapa tips berikut:

1. Cobalah untuk meminimalkan penggunaan listrik dengan memilih market karyawan karena karyawan lebih banyak berada di kantor daripada di rumah kos, dibandingkan dengan mahasiswa. Penghematan listrik juga dapat dilakukan dengan membuat bak penampung air yang besar.

2. Untuk meningkatkan harga sewa kamar dengan memberikan fasilitas yang lebih dan bisa digunakan secara bersama seperti TV Cable, Hot Spot, dll


3. Bukalah usaha sampingan untuk menambah pemasukan, seperti : laundry service, warung makan atau catering untuk penghuni kos.



Contoh Perhitungan Berinvestasi Pada Rumah Kos :

Sebuah rumah dijual seharga Rp. 300.000.000. Rumah tersebut sebelumnya adalah rumah kos dengan 15 kamar yang telah tersewa semua. Harga sewa per kamar Rp. 400.000 per bulan. Anda ingin berinvestasi dengan membeli rumah kos tersebut, perhitungannya adalah sebagai berikut :

DP Rp. 60.000.000 , Pinjaman Rp. 240.000.000 dengan KPR. Bunga 12%, cicilan Rp. 2.936.500 per bulan, jangka waktu pinjaman 15 tahun. Jika kamar disewakan, maka perhitungan keuntungan menjadi sebagai berikut.

* Penghasilan penyewaan kamar : Rp. 400.000 x 15 kamar – Rp. 2.936.500 (cicilan/perbulan) = Rp. 3.063.500 per bulan
* Biaya listrik, air dan kebersihan setiap bulan Rp. 1.500.000
* Keuntungan bersih : Rp. 3.813.500 – Rp. 1.500.000 = Rp. 1.563.500



Jika harga rumah kos semakin naik setiap tahun, maka keuntungan pun semakin bertambah.
Tidak sulit dan sangat menarik karena dengan uang Rp. 60.000.000, Anda mendapatkan penghasilan tetap setiap bulan sebesar Rp. 1.563.500 atau 2,6% per bulan atau sebesar 31,2% per tahun.
Nah, investasi yang menarik, bukan? Mulai pilihlah lokasi untuk investasi rumah kos Anda.

Wednesday, March 23, 2011

Kedai Kopi Kapal Api – Manisnya Peluang Bisnis dari Secangkir Kopi




Kopi telah menjadi minuman yang mendunia dan digemari oleh banyak kalangan. Hampir seluruh negara di dunia menjadikan kopi sebagai salah satu minuman favorit. Beragam kedai kopi mulai dari yang harganya terjangkau dan merakyat hingga brand kafe-kafe berkelas tersebar di seluruh penjuru dunia, termasuk di Indonesia. Keberadaan brand populer seperti Starbucks, Lawton atau Old Town Coffee tentu sudah tak asing lagi bagi penikmat kopi yang berasal dari kalangan menengah ke atas.

Menikmati kopi tentu bukanlah monopoli masyarakat dari kalangan menengah ke atas. Kalangan lain seperti tukang ojek motor, sopir bus, guru, mahasiswa atau karyawan juga banyak yang menggemari kopi. Bahkan warung kopi sederhana kadang kala menjadi tempat yang memfasilitasi beragam obrolan ringan yang mengakrabkan dengan topik umum seperti situasi politik atau gosip artis teranyar. Hal semacam ini tentu tak dapat ditemui di kafe-kafe keren yang mayoritas pelanggannya lebih individualis dan asyik dengan kesibukan masing-masing.

Bersantai di kafe atau warung kopi sederhana biasanya dilakukan oleh orang-orang yang sedang memiliki waktu luang, atau memang sengaja menyempatkan waktu untuk datang ke tempat tersebut. Bagi kalangan menengah ke bawah, obrolan ringan di warung kopi tentu menjadi hal yang menarik untuk melepas penat. Sementara kalangan menengah ke atas akan lebih disibukkan dengan aktivitas sendiri, merampungkan pekerjaan dengan membawa laptop ke kafe dan memanfaatkan fasilitas free wifi yang ada.

Ternyata produsen merek minuman kopi popular, Kapal Api, PT. Santos Jaya Abadi ternyata jeli membaca peluang bisnis untuk memenuhi kecintaan masyarakat Indonesia terhadap kebiasaan minum kopi. Dengan inovasi franchise kedai kopi yang ditawarkan oleh PT. Santos Jaya Abadi, menyeruput kopi segar yang baru diracik bisa dilakukan secara express dengan harga yang relatif terjangkau. Yuk kita simak review mengenai PT. Santos Jaya Abadi serta inovasi franchise kedai kopi yang ditawarkannya.

Perkembang Bisnis Kopi Kapal Api

PT. Santos Jaya Abadi merupakan salah satu perusahaan berlevel multinasional yang memproduksi beragam jenis minuman berbahan dasar kopi. Perubahan ke arah modernisasi telah dilakukan Santos Jaya Abadi pad tahun 1970 dan 1980 dengan menggunakan mesin-mesin mutakhir berteknologi canggih, perbaikan sistem management serta pembangunan pabrik-pabrik baru. Hingga tahun 2014, perusahaan yang berdiri sejak tahun 1927 ini sudah memiliki 3 pabrik yang masing-masing memiliki kapasitas produksi 5 ton setiap harinya.

Hingga saat ini, produk kopi Kapal Api menjadi andalan PT. Santos Jaya Abadi dan menjadi brand yang memimpin pasar dengan serangkaian produk lengkapnya. Untuk melengkapi kesuksesan kopi Kapal Api, Santos Jaya Abadi juga memproduksi produk lainnya seperti Excelso, Good Day, Ya! dan Kapten.

Tak hanya fokus pada kegiatan produksi produk kopi, Santos Jaya Abadi juga menawarkan peluang usaha berupa kemitraan franchise kedai kopi Kapal Api. Berbagai benefit yang akan diterima oleh oleh mitra franchise seperti brand yang sudah terkenal dan terpercaya, konsultasi bisnis, dukungn staff training dan dukungan promosi membuat brand kopi Kapal Api menjadi franchise unggulan untuk memulai bisnis.

Proses untuk Menjadi Mitra Franchise Kedai Kopi Kapal Api

Ada tujuh tahapan besar yang harus dilalui oleh pihak yang ingin menjadi mitra franchise kedai kopi Kapal Api, tahapan tersebut adalah :

Presentasi bisnis oleh calon mitra
Pengisian formulir oleh calon mitra
Survey lokasi
Penandatanganan kerja sama
Pembayaran investasi
Pengiriman booth serta perlengkapan lainnya
Pembukaan kedai franchise
Seluruh tahapan tersebut tentu dilaksanakan dengan tujuan tercapainya kesepakatan antara kedua belah pihak. Mengenai modal usaha, kita bisa memulai usaha kedai kopi Kapal Api tersebut dengan nilai investasi Rp 10 juta. Dengan melakukan presentasi bisnis, maka tujuan pencapaian bisnis dari mitra franchise bisa disampaikan secara efektif kepada pihak Santos Jaya Abadi.

Pihak Snto Jaya Abadi juga akan memberikan penjelasan mengenai fasilitas dan dukungan yang akan diperoleh mitra franchise. Ilustrasi perhitungan hasil investasi serta perkiraan BEP (Break Event Point) period juga akan dijelaskan oleh Santos Jaya Abadi berdasarkan perhitungan omset penjualan rata-rata per hari. Informasi lebih rinci bisa anda lihat di sini.

Dengan demikian, memulai bisnis di bidang kedai kopi akan menjadi lebih mudah bila melakukan sistem kerja sama franchise yang ditawarkan oleh PT. Santos Jaya Abadi. Beberapa tempat-tempat umum yang strategis seperti pusat perbelanjaan, mall, stasiun kereta api atau terminal bus dapat menjadi alternatif lokasi usaha yang tepat.

Biasanya masyarakat di tempat-tempat tersebut cenderung tidak punya banyak waktu atau hanya sekedar transit untuk menunggu keberangkatan transportasi umum di jam-jam yang sudah ditentukan. Sehingga diharapkan kedai kopi dapat menjadi pilihan yang tepat untuk rileks sejenak menyeruput secangkir kopi sebelum melanjutkan rutinitas harian lainnya.

Saturday, February 5, 2011

Prospek Bisnis Rumah Kos Eksklusif

E-mail Cetak PDF
Bila ingin menjajaki dunia bisnis, namun tidak memiliki banyak waktu luang untuk mengurusinya, bisnis kos-kosan bisa menjadi pilihan Anda. Bisnis ini terbilang mudah dibanding bisnis lainnya. Anda tidak harus sering meeting, tidak harus sibuk membangun relasi maupun hal-hal lain seperti yang biasa dilakukan para pengusaha. Anda sendiri bisa menjalaninya sambil bekerja atau menjalani aktifitas lain. Rezeki dari bisnis itupun bisa tetap mengalir.


Itulah yang kini dialami Abdurrahman atau biasa disapa Aab (27), pemilik lima rumah kos yang berlokasi di Jakarta Selatan. Meski tengah melakoni bisnis ini, Aab menjalaninya sambil bekerja sebagai sales di sebuah perusahaan swasta. "Bisnis ini tidak banyak menyita waktu, tenaga dan pikiran. Itu sebabanya, bisa dilakukan sambil bekerja atau menjalani aktifitas lain," jelas Aab.

Aab menjalani bisnis ini sejak tahun 2000. Namun rumah kos yang didirikannya berbeda dengan rumah kos pada umumnya. Ia membidik segmen expatriate dan kalangan profesional yang bekerja di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Fasilitas dan servisnya sekelas apartemen bahkan hotel. "Kita menyebutnya rumah kos eksklusif, karena fasilitas dan layanannya disesuaikan dengan kebutuhan kalangan menengah ke atas yang di antaranya sangat memperhatikan privacy mereka," papar Aab.

Sebelumnya Aab sempat melakoni bisnis sewa rumah pada segmen yang sama. Hanya saja, terhenti akibat krisis ekonomi tahun 1998. "Waktu krisis orang asing banyak yang kembali ke negaranya, karena perusahaan tempat mereka bekerja banyak yang bangkrut. Apalagi sejak ada isu terorisme. Orang asing lebih banyak lagi yang pergi akibat travel warning," tegas Aab.

Di saat kondisi ekonomi mulai stabil dan kondisi keamanan mulai membaik, di mana orang asing mulai berdatangan kembali, Aab beralih ke bisnis ini. "Biasanya mereka tinggal di rumah sewaan atau apartemen dengan biaya yang sangat mahal. Rumah kos eksklusif ini kita tawarkan sebagai alternatif hunian mereka. Fasilitas dan servisnya kita up grade sesuai kebutuhannya namun tarif yang kita tawarkan jauh lebih murah," jelas Aab.

Tiga bangunan rumah kos eksklusif yang didirikannya, masing-masing memiliki 21 kamar dengan luas masing-masing 5 x 5 m2 dan 4 x 5 m2. Pada prakteknya, rumah kos eksklusif yang disewakan Aab sangat diminati. Hingga kini rata-rata 80%-nya terisi. "Hunian seperti ini cukup digemari. Kalau rumah sewa dan apartemen sering dianggap tidak proporsional dan cenderung berlebihan," tambahnya.

Untuk rumah kos eksklusif pertamanya, didirikan di kawasan Kemang Jakarta Selatan. Untuk pembangunannya Aab mengeluarkan uang sekitar Rp 2 miliar. Kini rumah kos eksklusifnya sudah beranak pinak menjadi lima, lokasi kedua masih berada di Kemang, lokasi ketiga di Ciganjur, selebihnya berada di Cilandak Timur.

"Bisnis ini sangat prospektif, karena semakin banyak perminatnya. Selain, kalangan expatriate dan kalangan profesional pegawai papan atas dari instansi pemerintah pun mulai sering menggunakannya saat mengikuti diklat ataupun saat mengikuti acara lainnya," tegas Aab.

Menurut Aab, jangka waktu tinggalnya beragam, paling lama dua tahun. "Yang paling lama, biasanya orang asing yang bekerja sebagai tenaga ahli, waktunya sekitar satu sampai dua tahun. Kalau yang singkat biasanya tourist atau para pegawai dari luar kota yang sedang bertugas di Jakarta," papar Aab.

Nilai Lebih

Aab menjelaskan, untuk rumah kos eksklusif ini, lingkungannya harus nyaman, aman dan tenang. Tiga hal itu, harus benar-benar dicermati. "Meskipun tarifnya murah mereka tidak akan memilihnya begitu saja. Lingkungannya akan diteliti. Kalau tidak sesuai, mereka akan enggan tinggal di sini," kata Aab.

Mengenai kenyamanan lingkungannya, desain dan tata ruang rumah kos eksklusif harus benar-benar diperhatikan, mulai dari halaman depan sampai ke bagian dalam ruangannya. "Yang pasti, untuk bentuk bangunan dan tata ruangnya, harus sesuai dengan selera dan kebutuhan pasarnya," tambah Aab.

Aab sendiri membangun rumah kos eksklusifnya dengan menggunakan konsep bangunan modern. Di bagian depannya dilengkapi halaman yang luas, disertai taman yang indah. Tak ketinggalan, disediakan pula lahan parkir untuk para penghuninya. "Di sini ada taman yang hijau sehingga lingkungannya menjadi sejuk. Selain itu, disediakan lahan parkir khusus, agar tidak kesulitan saat memarkir kendaraan," papar Aadb.

Di bagian dalamnya, dilengkapi ruang utama, meeting room, fitness center, dapur kecil (pantry) berikut kolam renang yang dibangun di bagian belakangnya. Fasulitas standar kamar kos, umumnya dilengkapi kulkas satu pintu, televisi berikut TV kabel berlangganan, telepon, koneksi internet, water dispenser dan pemanas air kamar mandi. (Ruby Babullah Afsa. Baca selengkapnya di Majalah DUIT No. 08/IV/Agustus 2009).


Tarif sewa:
Harian : Rp 250.000-Rp 300.000
Mingguan : Rp 1.000.000 - Rp 1.500.000
Bulanan : Rp 3.000.000 - Rp 5.000.000

Vista Group
Jl. Pedurenan 22
Cilandak Timur
Kecamatan Pasar Minggu
Jakarta Selatan, 12560
Indonesia
Website: http://www.kemangvista.com

Thursday, January 6, 2011

Peluang bisnis dari kecanduan kopi hitam



Peluang bisnis dari kecandua
Kedai Wisang Kopi di Jakarta Selatan yang menyajikan kopi arabika dengan metode seduh manual,
Minum kopi sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat urban dalam satu dekade terakhir. Tetapi setahun belakangan, muncul tren baru dalam kebiasaan minum kopi.
Jika biasanya konsumen di kota-kota besar di Indonesia akan mencari tempat minum kopi yang menawarkan berbagai paduan rasa sekaligus menjadi tempat nongkrong yang asyik dengan koneksi internet, kini mereka mulai mencari tempat-tempat untuk menikmati seduhan biji kopi pilihan khas.
Tren ini pun ditanggapi oleh dunia usaha dengan munculnya tempat-tempat yang menyajikan specialty coffee. Biji kopi ini seringnya diseduh tanpa mesin, dan disajikan asli; tanpa gula, tanpa krim, dan tanpa tambahan rasa karamel atau vanila. Intinya, kembali pada rasa kopi itu sendiri.
Salah satu tempat yang menyajikan specialty coffee tersebut adalah Wisang Kopi di Jakarta Selatan.
Kedai kopi milik Cubung Hanito dan Nanda Imaniar ini sudah berdiri sejak 1,5 tahun terakhir. Ukurannya hanya sekitar 4x6 meter. Namun lepas ukuran yang mungil, tempat ini menawarkan biji kopi pilihan, dari Gayo Sarawalo asal Aceh atau Kenya Gatuya. Yang pasti semua adalah kopi jenis single origin Arabika.
Semua pesanan minuman akan diseduh secara manual, tanpa mesin, oleh Cubung. Metode seduh manual ini mereka tawarkan sebagai nilai jual keunikan di Jakarta.
Mesin 'wah'
Di Jakarta mereka menjadi satu-satunya kedai kopi dengan modal bisnis, pendapatan, dan alat yang "seadanya". Tetapi, sebenarnya, menurut Nanda, ide menjual biji kopi pilihan dengan seduh manual ini sudah banyak dilakukan oleh anak-anak muda di Bandung dan Yogyakarta.
"(Mereka adalah) Orang-orang yang menyukai kopi dari nol sampai akhirnya punya (kafe). Di Jakarta, terbalik. Fenomenanya malah bisnisnya dulu yang diincar. Modal gede, mesin wah, tokonya di dalam mal. Sedangkan di tempat-tempat lain, teman-teman kita, bahkan ada yang bikin di garasi rumahnya, ada yang naik sepeda sambil bawa kopi, jualan, mereka memang start bisnisnya dari passion, modal seadanya, baru jadi gede," kata Nanda.
Alasan Cubung mendirikan Wisang Kopi sebenarnya sederhana. Sebagai penyuka kopi, dia sayang jika harus mengeluarkan uang untuk minum kopi. Tetapi dengan punya warung, menurutnya dia bisa minum dengan pengeluaran warung.
"Jujur itu yang pertama terpikir," katanya.

Image caption
Metode seduh manual tanpa mesin menjadi nilai jual keunikan di Jakarta.

Image caption
Di Yogyakarta dan Bandung, menurut Cubung Hanito, malah jauh lebih banyak tempat-tempat yang menyajikan kopi hitam dengan metode seduh manual dibanding Jakarta.
Selain itu, dia belum bisa menemukan tempat-tempat minum kopi single origin yang diseduh secara manual di Jakarta setelah pindah dari Bandung.
Dia membandingkan, di Bandung, setidaknya sudah ada 10-15 tempat yang menurutnya "oke" dalam menyajikan kopi seduh manual.
"Di Yogya sampai tiga atau empat kali lipatnya, dilihat dari jumlah warung kopi manual," ujarnya.
Meski berawal dari minat, tetapi Wisang Kopi sebenarnya punya perhitungan bisnis, terutama soal pangsa pasar.
Cubung memperkirakan penikmat seduh manual di Jakarta yang spesifik mencari kopi hitam berkisar 2-5 ribu orang. Kecil, tapi dalam tiga tahun ke depan, dia berharap angka ini akan bertambah 2-3 kali lipatnya.
Dan untuk menarik calon konsumen, Wisang Kopi juga memasang harga murah, sekitar Rp18-25 ribu per gelas kopi. Biasanya, di kafe-kafe yang menyajikan kopi dengan kualitas serupa, harga dipatok sekitar Rp30-40 ribu segelas.
Sebulan, Wisang Kopi bisa membeli 20-25 kg biji kopi dan mendapat pemasukan bersih Rp5-6 juta.
Gelombang ketiga
Jika Wisang Kopi lebih melakukan pendekatan modal dan pendapatan seadanya, maka Watt Coffee mendasarkan keputusan bisnisnya pada tren penyajian specialty coffee di Jakarta.

Image caption
Proses memasak air panas untuk menyeduh kopi di Watt Coffee, Jakarta Pusat.

Image caption
Proses menyeduh bubuk kopi.
Watt Coffee yang ada di bilangan Senen, Jakarta Pusat, baru berdiri 11 bulan. Alfred Agus, pemiliknya, mengatakan bahwa kafenya adalah bagian dari gelombang ketiga industri kopi.
"Third wave ini memang lagi booming di mana-mana, ini industri yang datang dari Melbourne dan Amerika Serikat," kata Alfred.
Tahap bayi
Dia mencirikan, tempat penyajian specialty coffee biasanya hanya ada di satu lokasi, berbeda dengan konsep waralaba kafe yang populer.
Di Jakarta, fenomena ini, Alfred melihat, baru terjadi dalam 2 tahun terakhir dengan berdirinya tiga tempat minum specialty coffee di Jakarta, yaitu Giyanti Coffee, Tanamera, dan Common Grounds.
Meski ada tiga tempat tersebut yang disebut Alfred sebagai pionir, toh dia tetap melihat ada peluang untuk meraih pasar.

Image caption
Kopi Flores Madu yang sudah selesai diseduh.
"Industri kopi itu bukan yang booming seperti yogurt beku. Ketagihan kopi harus minum setiap hari, apakah dia minum kopi tubruk atau ke waralaba, intinya adalah orang harus minum kopi. Apakah culture-nya pekat seperti Melbourne? Belum. Industrinya sudah seperti Melbourne? Belum. Jadi di Indonesia industrinya masih di baby stage," ujarnya.
Alfred tak mau menyebut omset Watt Coffee, tapi, di Jakarta, menurutnya tempat-tempat minum kopi specialty sepertinya berpeluang untuk mendapat untung kotor dari mulai Rp100 juta bahkan sampai Rp1 miliar.
"Dari segi pangsa pasar, lihat saja size Jakarta, ada 15 juta penduduk. Yang pergi ke Giyanti, Tanamera berapa? Katakan ada 1000 orang atau 2000 orang per tempat, masak 1% dari 15 juta saja tidak dapat?"